Prabowo Panggil AHY dan Danantara Bahas Giant Sea Wall Pantura

Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar rapat terbatas membahas proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Pantai Utara Jawa. Dalam rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026), Prabowo memanggil sejumlah pejabat strategis mulai dari Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono hingga CEO Danantara Rosan Roeslani.

Rapat tersebut difokuskan pada percepatan perencanaan dan pembiayaan proyek giant sea wall yang diproyeksikan membentang di pesisir utara Pulau Jawa. Infrastruktur itu menjadi salah satu proyek prioritas pemerintahan Prabowo untuk mengantisipasi banjir rob, penurunan muka tanah, dan ancaman kenaikan permukaan air laut di kawasan Pantura.

Selain AHY dan Rosan, rapat juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf yang saat ini menjabat Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Pemerintah masih mematangkan aspek teknis konstruksi, kebutuhan investasi, hingga skema pendanaan proyek berskala besar tersebut.

Prabowo sebelumnya telah menegaskan giant sea wall menjadi infrastruktur penting yang harus segera direalisasikan karena dinilai dapat menyelamatkan wilayah pesisir utara Jawa dari ancaman tenggelam. Proyek ini direncanakan membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

Pemerintah memperkirakan proyek giant sea wall akan berdampak langsung terhadap puluhan juta penduduk serta kawasan industri nasional di pesisir utara Jawa. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto sebelumnya menyebut sekitar 60 persen kawasan industri nasional berada di area terdampak ancaman penurunan muka tanah dan banjir rob.

Dalam pengembangannya, pemerintah juga mulai melibatkan perguruan tinggi dan peneliti nasional. Riset terkait reklamasi, konstruksi tanggul laut, hingga pengelolaan lingkungan pesisir disebut akan menjadi bagian penting dalam penyusunan desain proyek.

Meski demikian, proyek giant sea wall juga memunculkan perhatian dari kalangan pemerhati lingkungan. Sejumlah pengamat mengingatkan pembangunan tanggul laut raksasa harus memperhatikan dampak ekologis terhadap kawasan pesisir, ekosistem mangrove, serta aktivitas nelayan tradisional di Pantura.

Hingga kini pemerintah belum mengumumkan nilai investasi final maupun target pasti dimulainya konstruksi giant sea wall. Namun Prabowo meminta seluruh kementerian terkait mempercepat pematangan proyek agar dapat segera masuk tahap implementasi.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Dari Desktop ke Smartphone: Transformasi Trading di Asia Tenggara

Jaringan Scam Internasional Bergeser ke Batam, Hunian Mewah Jadi Markas