Home EkonomiBursaIHSG Anjlok Setelah MSCI Keluarkan Enam Saham Indonesia

IHSG Anjlok Setelah MSCI Keluarkan Enam Saham Indonesia

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam setelah pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk periode Mei 2026. Aksi jual investor asing membuat IHSG sempat jatuh hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. 

MSCI diketahui mengeluarkan enam saham Indonesia dari indeks MSCI Global Standard Index. Saham-saham yang terdampak antara lain PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). 

Penghapusan saham dari indeks MSCI memicu tekanan besar karena banyak dana investasi global dan fund manager asing menggunakan MSCI sebagai acuan utama portofolio mereka. Ketika sebuah saham dikeluarkan dari indeks, manajer investasi pasif biasanya wajib menjual saham tersebut agar komposisi portofolionya tetap sesuai dengan indeks acuan. 

Tekanan jual itu kemudian menjalar ke pasar saham secara keseluruhan dan memicu pelemahan IHSG. Reuters melaporkan IHSG turun hampir 2 persen setelah pengumuman MSCI dan ditutup di level terendah dalam lebih dari setahun. Sementara data Bursa Efek Indonesia menunjukkan aliran modal asing keluar mencapai triliunan rupiah dalam beberapa hari terakhir. 

Selain efek rebalancing, pasar juga masih dibayangi kekhawatiran MSCI terhadap transparansi dan struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sejak Januari 2026, MSCI menyoroti isu free float, konsentrasi kepemilikan saham, dan aksesibilitas pasar modal Indonesia yang dinilai belum optimal bagi investor global. 

Sebagai respons, OJK, BEI, dan KSEI telah melakukan sejumlah reformasi pasar modal. Langkah yang ditempuh meliputi peningkatan transparansi data pemegang saham, penerapan aturan high shareholding concentration, hingga rencana kenaikan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen secara bertahap. 

Meski pasar sempat tertekan, sejumlah analis menilai langkah MSCI justru dapat memperbaiki kualitas pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. Pembersihan saham dengan likuiditas rendah dan kepemilikan terlalu terkonsentrasi dinilai dapat meningkatkan kredibilitas pasar Indonesia di mata investor global. 

Analis Macquarie Capital Ari Jahja bahkan menilai peluang Indonesia untuk tetap bertahan di kategori emerging market MSCI masih cukup besar setelah regulator mulai menjalankan reformasi pasar modal. Namun, tekanan diperkirakan masih akan terjadi hingga proses rebalancing efektif pada akhir Mei dan awal Juni 2026.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts