
PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperluas ekspansi bisnis energi hijau ke Asia Selatan melalui penjajakan proyek energi surya di Bangladesh. Langkah tersebut dilakukan lewat penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP).
Kerja sama itu menjadi bagian dari strategi Pertamina NRE memperkuat portofolio bisnis energi baru dan terbarukan (EBT) di pasar internasional sekaligus mendukung percepatan transisi energi regional. Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama Pertamina NRE John Anis bersama Chairman CUSP Ziaur Rahman di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (13/5).
Dalam tahap awal, kedua perusahaan akan menjajaki peluang investasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar photovoltaic (solar PV) di Bangladesh. Selain pengembangan proyek, kerja sama juga mencakup studi kelayakan, operasi dan pemeliharaan pembangkit, hingga pertukaran teknologi energi bersih.
John Anis mengatakan ekspansi ke Bangladesh menunjukkan keseriusan Pertamina NRE dalam memperluas bisnis energi hijau di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, kebutuhan energi bersih di negara berkembang terus meningkat sehingga membuka peluang investasi jangka panjang bagi perusahaan.
Pertamina NRE sebelumnya telah memiliki proyek energi terbarukan berskala besar di Filipina. Saat ini perusahaan mengelola kapasitas terpasang lebih dari 1 gigawatt peak (GWp) di negara tersebut dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga 2,6 GWp pada akhir 2026. Pengalaman itu dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh.
Chairman CUSP Ziaur Rahman menyebut kolaborasi dengan Pertamina NRE membuka peluang pengembangan solusi energi surya yang lebih efisien dan berkelanjutan di Bangladesh. Negara tersebut memang tengah mempercepat pembangunan energi bersih untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengatasi tantangan pasokan listrik nasional.
Pemerintah Indonesia turut mendukung kerja sama tersebut. Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri Roy Wahab menilai kemitraan ini dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus memperluas investasi hijau lintas kawasan.
Ekspansi Pertamina NRE ke Bangladesh juga dipandang sebagai bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi dalam ekosistem energi hijau global serta mendukung target Net Zero Emission 2060.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

