
Jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026โ2030 memasang target ambisius untuk membawa pasar modal Indonesia masuk dalam jajaran 10 bursa saham terbesar di dunia pada 2030. Target tersebut akan diukur dari kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi harian sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing pasar modal nasional di tingkat global.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan target tersebut memang tidak mudah dicapai. Saat ini, BEI masih berada di peringkat ke-19 dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan peringkat ke-17 dari sisi nilai transaksi harian. Karena itu, direksi baru menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas bursa sekaligus memperluas partisipasi investor dan perusahaan tercatat.
Dalam peta jalan hingga 2030, BEI menargetkan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp30.000 triliun, rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp31 triliun, lebih dari 1.100 perusahaan tercatat, serta sekitar 35 juta investor pasar modal. Selain itu, rasio kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB) juga diharapkan meningkat sehingga pasar modal memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Untuk mencapai sasaran tersebut, direksi menetapkan empat fokus utama, yakni mendorong pertumbuhan bisnis berbasis transaksi, memperbesar pendapatan dari bisnis nontransaksi, meningkatkan jumlah serta kualitas perusahaan tercatat, dan memperluas inklusi pasar modal kepada masyarakat. Strategi tersebut juga diiringi penguatan infrastruktur perdagangan, peningkatan tata kelola, serta pengembangan teknologi agar pasar modal Indonesia semakin modern dan kompetitif.
Direksi baru menilai kredibilitas menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor domestik maupun global. Oleh karena itu, BEI berkomitmen memperkuat integritas pasar, meningkatkan transparansi, dan menjaga kualitas pengawasan terhadap aktivitas perdagangan. Dengan kombinasi pertumbuhan jumlah emiten, peningkatan investor, serta pengembangan infrastruktur pasar, BEI optimistis mampu mempercepat transformasi menuju salah satu bursa terbesar di dunia dalam lima tahun mendatang.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.



