
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada tiga anggota Polri yang gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, keberanian, dan pengorbanan para personel yang kehilangan nyawa ketika melaksanakan tugas negara.
Ketiga personel yang menerima kenaikan pangkat anumerta adalah Aipda Yudhi Perdana Putra yang naik menjadi Aiptu Anumerta, Aiptu Sumaryanto yang dianugerahi pangkat Ipda Anumerta, serta Bripda Nopandri Ramadhana yang naik menjadi Briptu Anumerta. Keputusan tersebut diumumkan setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan proses identifikasi selesai dilakukan.
Insiden bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penangkapan terhadap jaringan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Operasi yang semula berjalan sesuai rencana berubah menjadi bentrokan setelah aparat mendapat perlawanan dari sejumlah orang di lokasi. Dalam kejadian tersebut, Aipda Yudhi gugur di tempat, sedangkan Bripda Nopandri dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di sekitar aliran Sungai Katingan.
Kapolri menyampaikan bahwa kenaikan pangkat luar biasa anumerta merupakan bentuk penghargaan tertinggi institusi kepada anggota yang gugur saat menjalankan tugas. Menurutnya, pengabdian ketiga personel mencerminkan komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkotika yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan generasi muda. Kapolri juga menegaskan jajarannya akan terus memperkuat upaya penegakan hukum terhadap jaringan narkoba di seluruh Indonesia.
Prosesi penghormatan terakhir kepada ketiga anggota dilaksanakan secara kedinasan dengan dihadiri pimpinan kepolisian, keluarga, dan rekan sejawat. Selain menyerahkan surat keputusan kenaikan pangkat anumerta kepada keluarga korban, Polri juga memastikan hak-hak keluarga akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk tanggung jawab institusi terhadap personel yang gugur saat bertugas.
Sementara itu, penyelidikan atas penyerangan terhadap aparat masih terus berlangsung. Kepolisian memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut dan menegaskan seluruh pelaku akan diproses sesuai hukum. Polri berharap pengorbanan ketiga anggota menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk tetap menjalankan tugas secara profesional sekaligus memperkuat komitmen dalam memerangi peredaran narkotika di Indonesia.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.


