
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi sorotan setelah Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, mengungkap empat faktor utama yang dinilai memicu meningkatnya PHK di berbagai sektor industri. Menurutnya, tekanan ekonomi global dan domestik membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi untuk menjaga kelangsungan usaha.
Said Iqbal menjelaskan faktor pertama adalah meningkatnya ketegangan geopolitik dan konflik di sejumlah kawasan dunia yang mengganggu rantai pasok global serta menekan permintaan ekspor Indonesia. Faktor kedua adalah melemahnya daya beli masyarakat, yang berdampak pada penurunan konsumsi domestik sehingga memengaruhi penjualan berbagai industri. Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan memilih mengurangi kapasitas produksi dan melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja.
Selain itu, relokasi pabrik ke negara lain juga menjadi penyebab meningkatnya PHK. Sejumlah perusahaan memindahkan fasilitas produksinya ke negara yang menawarkan biaya operasional lebih rendah atau insentif investasi yang lebih kompetitif. Faktor berikutnya adalah perlambatan ekonomi global yang masih membayangi sektor manufaktur dan industri berorientasi ekspor, sehingga permintaan dari pasar internasional belum sepenuhnya pulih.
Menurut Said Iqbal, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif agar gelombang PHK tidak semakin meluas. Salah satunya melalui penguatan industri padat karya, pemberian insentif bagi dunia usaha, serta menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi domestik tetap tumbuh. Ia juga menilai percepatan investasi dan penciptaan lapangan kerja baru menjadi kunci untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak PHK.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah sektor seperti tekstil, alas kaki, elektronik, dan manufaktur memang menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan ekspor serta meningkatnya biaya produksi. Pemerintah juga terus berupaya memperkuat koordinasi dengan pelaku industri untuk mencari solusi agar aktivitas usaha tetap berjalan dan penyerapan tenaga kerja dapat dipertahankan.
Said Iqbal berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama menghadapi tantangan tersebut. Menurutnya, kombinasi kebijakan yang mendukung investasi, peningkatan produktivitas industri, serta perlindungan terhadap pekerja menjadi langkah penting untuk menekan risiko PHK di masa mendatang. Dengan kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas dunia usaha sekaligus melindungi kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.



