KSSK Waspadai Gejolak Global, Purbaya Sebut Ketidakpastian Masih Tinggi

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan kewaspadaan terhadap dampak gejolak ekonomi global yang dinilai masih penuh ketidakpastian. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat memperkuat mitigasi risiko untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

Dalam rapat koordinasi KSSK terbaru, eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Ketegangan geopolitik dinilai berpotensi memicu lonjakan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, hingga tekanan terhadap arus modal di negara berkembang termasuk Indonesia.

Purbaya menyebut pemerintah dan otoritas keuangan terus memantau transmisi dampak global terhadap sektor domestik. Langkah mitigasi yang disiapkan meliputi penguatan asesmen forward looking, pengawasan intensif sektor jasa keuangan, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter agar respons pemerintah dapat lebih cepat dan terukur. 

Di sisi lain, BI menilai pelemahan rupiah terhadap dolar AS belakangan lebih dipengaruhi faktor eksternal dibanding kondisi fundamental ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut ketidakpastian global dan tingginya suku bunga Amerika Serikat masih menjadi tekanan utama bagi mata uang negara berkembang. 

Meski dibayangi tekanan global, KSSK memastikan kondisi ekonomi Indonesia masih relatif terjaga. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61 persen, ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Cadangan devisa juga dinilai cukup kuat untuk menjaga ketahanan eksternal.

OJK dalam rapat tersebut juga melaporkan stabilitas sektor jasa keuangan masih berada dalam kondisi terkendali. Pasar modal domestik dinilai tetap likuid meski volatilitas meningkat akibat ketidakpastian global dan konflik geopolitik. Hingga April 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia bahkan terus bertambah menjadi 26,49 juta investor. Sementara itu, LPS menyatakan simpanan masyarakat di perbankan tetap tumbuh di tengah gejolak global. Pertumbuhan dana simpanan, khususnya pada kelompok nominal besar, disebut mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas sistem keuangan nasional yang masih terjaga. 

KSSK menegaskan koordinasi antarotoritas akan terus diperkuat untuk menghadapi potensi risiko global yang diperkirakan masih berlangsung hingga paruh kedua 2026. Pemerintah juga memastikan kebijakan fiskal dan moneter akan tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. 

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Bos BI Nilai Rupiah Stabil, Pelemahan terhadap Dolar Masih Terkendali

Perusahaan Fesyen Korsel Bangun Pabrik Rp429 Miliar di Batang, Serap 6.000 Pekerja