Home Berita LokalMinyakita Disebut Mahal dan Langka, Mendag Beri Bantahan

Minyakita Disebut Mahal dan Langka, Mendag Beri Bantahan

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Menteri Perdagangan Budi Santoso membantah anggapan bahwa minyak goreng rakyat Minyakita mengalami kelangkaan dan lonjakan harga di pasaran. Pemerintah menilai kondisi distribusi masih terkendali meski terdapat keterbatasan stok di sejumlah wilayah.

Menurut Budi, harga Minyakita saat ini masih berada di kisaran Rp 15.900 per liter atau tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter. Ia menilai kondisi tersebut justru lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya ketika harga Minyakita sempat menembus sekitar Rp 16.800 per liter.

Pernyataan itu disampaikan menyusul temuan Ombudsman terkait harga Minyakita yang dinilai masih tinggi dan distribusinya belum merata di beberapa daerah. Namun, Kemendag menegaskan pasokan minyak goreng secara umum tetap aman dan masyarakat masih memiliki banyak alternatif produk selain Minyakita. 

Budi menjelaskan Minyakita merupakan bagian dari skema domestic market obligation (DMO) atau kewajiban pasokan dalam negeri bagi eksportir minyak sawit. Karena berasal dari alokasi khusus, jumlah Minyakita di pasar memang lebih terbatas dibandingkan minyak goreng merek komersial lainnya. 

Pemerintah juga menyebut distribusi Minyakita difokuskan untuk pasar rakyat dan wilayah tertentu yang membutuhkan intervensi harga, termasuk kawasan Indonesia Timur. Kondisi itu membuat pasokan di beberapa daerah tidak sebanyak produk minyak goreng lain yang beredar luas di ritel modern. 

Di sisi lain, Kemendag tengah membahas kemungkinan penyesuaian HET Minyakita. Evaluasi dilakukan karena harga acuan tersebut dinilai belum mengalami perubahan dalam hampir tiga tahun terakhir, sementara biaya produksi dan distribusi terus meningkat. 

Meski demikian, pemerintah memastikan stabilitas minyak goreng tetap menjadi prioritas untuk menjaga daya beli masyarakat. Pengawasan distribusi dan penertiban pedagang yang menjual di atas HET disebut akan terus diperkuat agar harga tetap terkendali di pasar tradisional. 

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts