
Industri petrokimia nasional dinilai perlu mempercepat integrasi antara sistem produksi dan logistik guna meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok di tengah tekanan global. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku cair dan meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional.
Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan integrasi sektor produksi dan distribusi menjadi faktor krusial bagi industri petrokimia yang sangat bergantung pada kontinuitas bahan baku serta sistem logistik khusus. Menurut dia, ketergantungan terhadap pasar logistik spot selama ini membuat biaya distribusi industri menjadi lebih rentan terhadap gejolak global.
Salah satu solusi yang dinilai strategis ialah penguatan armada logistik mandiri, termasuk kapal pengangkut bahan kimia cair dan fasilitas terminal curah cair. Skema tersebut diyakini dapat mempercepat distribusi sekaligus menekan risiko keterlambatan pasokan bahan baku industri.
Selain armada, integrasi end-to-end antara kawasan industri, pelabuhan, fasilitas penyimpanan, dan jalur distribusi juga dianggap menjadi tantangan utama industri nasional. Biaya trucking yang tinggi, ketidakseimbangan arus muatan antardaerah, hingga keterbatasan fasilitas khusus bahan kimia masih menjadi hambatan efisiensi logistik domestik.
Kebutuhan layanan logistik kimia cair diperkirakan terus meningkat seiring ekspansi hilirisasi dan pembangunan kawasan industri baru. Sektor farmasi, otomotif, plastik, energi, hingga pertambangan disebut akan menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan distribusi bahan kimia dan petrokimia dalam beberapa tahun mendatang.
Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) sebelumnya juga menekankan pentingnya integrasi refinery dan petrokimia untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk nasional. Integrasi tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat struktur industri manufaktur Indonesia menuju target industrialisasi 2045.
Pelaku industri juga mendorong pemerintah mempercepat digitalisasi layanan logistik dan sinkronisasi kebijakan industri, perdagangan, serta kepabeanan. Penguatan National Logistics Ecosystem (NLE) dinilai penting agar biaya distribusi nasional dapat ditekan secara berkelanjutan.
Dengan integrasi produksi dan logistik yang lebih kuat, industri petrokimia diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, menjaga stabilitas pasokan bahan baku, serta memperbesar daya saing produk Indonesia di pasar global.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

