
Polda Metro Jaya mengungkap alasan di balik penyebaran kabar palsu atau hoaks pembegalan yang dilakukan seorang muse model berinisial AJDV alias AWS di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Polisi menyebut perempuan tersebut sengaja membuat cerita palsu karena iseng dan ingin ikut mengglorifikasi kasus begal yang belakangan ramai di media sosial.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hasil pendalaman polisi memastikan AJDV bukan korban tindak kriminal seperti yang sebelumnya beredar luas di media sosial. Polisi telah melakukan interogasi bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Jakarta Barat, psikolog, hingga tim medis Polda Metro Jaya.
“Ada dua motif, yakni iseng dan ingin mengglorifikasi kejadian viral tentang begal,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Kasus ini bermula setelah media sosial diramaikan narasi yang menyebut AJDV menjadi korban pembegalan brutal di kawasan dekat Tol Kebon Jeruk. Dalam unggahan tersebut disebutkan korban mengalami luka serius di bagian kepala dan sempat dirawat kritis di rumah sakit setelah dibacok saat naik ojek online. Informasi itu dengan cepat menyebar dan memicu simpati publik.
Namun setelah dilakukan pengecekan, polisi tidak menemukan bukti adanya tindak pidana. Aparat bahkan mendatangi rumah sakit yang disebut dalam unggahan viral tersebut, yakni RS Sumber Waras, untuk memverifikasi informasi korban. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada pasien atas nama AJDV seperti yang ramai diberitakan di media sosial.
Perwakilan RS Sumber Waras Tri Nurmansyah menegaskan pihak rumah sakit tidak menemukan data pasien yang sesuai dengan informasi viral tersebut. Klarifikasi itu kemudian memperkuat dugaan bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah rekayasa.
Polisi menyatakan AJDV telah didampingi tim psikologi selama pemeriksaan. Meski dipastikan tidak menjadi korban kejahatan, aparat tetap mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan publik.
Kasus hoaks ini menjadi sorotan karena muncul di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap maraknya aksi kriminal jalanan dan begal di wilayah Jabodetabek. Polisi menilai penyebaran informasi palsu semacam itu berpotensi memperkeruh situasi keamanan dan memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

