
Bareskrim Polri memastikan pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah Sumatera bukan disebabkan aksi sabotase. Hasil investigasi awal justru mengarah pada gangguan teknis dan cuaca ekstrem yang memengaruhi jaringan transmisi utama sistem kelistrikan Sumatera.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin mengatakan tim gabungan telah melakukan pemeriksaan di lokasi gangguan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumpeh di Kabupaten Muaro Jambi. Di lokasi tersebut ditemukan kabel transmisi dalam kondisi putus.
Menurut hasil pendalaman sementara, terdapat tiga dugaan utama penyebab blackout. Pertama, faktor mekanik akibat gesekan kabel yang dipicu angin kencang dan cuaca buruk. Kedua, faktor panas yang muncul akibat sambungan longgar sehingga menimbulkan rongga pada jaringan transmisi. Ketiga, tarikan dan getaran kabel akibat kondisi cuaca ekstrem yang memengaruhi stabilitas sistem kelistrikan.
Polri menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda unsur kesengajaan atau kerusakan yang mengarah pada sabotase. Bentuk kerusakan kabel dinilai tidak menunjukkan pola pemotongan terencana sebagaimana dugaan yang sempat beredar di masyarakat.
Blackout tersebut sebelumnya menyebabkan listrik padam di sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. Gangguan juga berdampak pada layanan publik, aktivitas ekonomi, hingga jaringan komunikasi masyarakat.
Kementerian ESDM telah menurunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap sistem interkoneksi Sumatera. Pemerintah juga meminta PLN memperkuat infrastruktur transmisi dan menyiapkan sistem cadangan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pengamat energi menilai blackout Sumatera menjadi peringatan penting terkait ketahanan infrastruktur listrik nasional. Ketergantungan tinggi terhadap jaringan interkoneksi tanpa sistem mitigasi kuat dinilai membuat gangguan teknis berpotensi berdampak luas terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

