
Anggota DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mendorong investor asal China memperluas investasi pembangunan data center di Indonesia untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan pengguna internet dan transformasi digital lintas sektor.
Bamsoet menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat industri data center di Asia Tenggara karena didukung populasi digital yang masif, pertumbuhan ekonomi digital, serta posisi geografis strategis. Ia menyebut proyeksi pasar data center Indonesia diperkirakan mencapai USD 9,43 miliar pada 2030.
Dorongan investasi tersebut disampaikan Bamsoet usai mendampingi delegasi pengusaha China bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta. Bamsoet menilai investor China memiliki kekuatan teknologi, pembiayaan, dan pengalaman dalam pengembangan ekosistem digital berskala besar.
Selain pembangunan data center, Bamsoet juga menyoroti perlunya pembenahan tata kelola logistik dan shipping line nasional. Menurutnya, ketergantungan terhadap kapal asing dalam perdagangan ekspor-impor masih menjadi sumber kebocoran devisa dan tingginya biaya logistik nasional.
Ia menilai pembangunan pusat data harus berjalan beriringan dengan reformasi sektor perdagangan dan penguatan infrastruktur maritim nasional. Pemerintah juga dinilai perlu memberikan kepastian regulasi, insentif fiskal, dan kemudahan perizinan guna menarik investasi asing.
Pengamat industri digital menyebut Indonesia memang menjadi salah satu pasar paling menarik bagi investasi data center di kawasan Asia Pasifik. Lonjakan penggunaan AI, cloud computing, dan kebutuhan penyimpanan data disebut akan terus meningkatkan permintaan infrastruktur digital dalam beberapa tahun mendatang.
Bamsoet menilai kawasan seperti Batam, Cikarang, hingga Manado memiliki peluang besar berkembang menjadi pusat data center internasional karena didukung konektivitas dan infrastruktur strategis.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

