KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Langkat, Dugaan Suap Proyek Didalami

KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Langkat, Dugaan Suap Proyek Didalami

Ilustrasi. Foto: KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Langkat, Dugaan Suap Proyek Didalami

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan uang tunai senilai ratusan juta rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Langkat, Syah Afandin, pada Kamis (2/7/2026). Uang tersebut kini menjadi salah satu barang bukti yang didalami penyidik dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Operasi senyap tersebut dilakukan di Sumatera Utara dan berujung pada pengamanan sejumlah pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara. Setelah diamankan, Syah Afandin bersama pihak lainnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Sesuai ketentuan hukum, penyidik memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Juru Bicara KPK menyampaikan uang tunai yang ditemukan bernilai ratusan juta rupiah. Meski demikian, lembaga antirasuah belum mengungkap jumlah pasti maupun asal-usul uang tersebut karena masih menjadi bagian dari proses penyidikan. Penyidik juga masih menelusuri dugaan aliran dana, pihak pemberi, serta kaitannya dengan proyek yang sedang menjadi objek penyelidikan.

Selain memeriksa para pihak yang diamankan, KPK turut mengumpulkan berbagai dokumen dan alat bukti lain untuk memperkuat konstruksi perkara. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah saksi serta barang bukti yang diperoleh saat OTT berlangsung guna memastikan ada tidaknya unsur suap atau gratifikasi dalam proses pengadaan proyek pemerintah daerah.

Kasus ini kembali menempatkan Kabupaten Langkat dalam perhatian publik. Sebelumnya, daerah tersebut juga pernah menjadi sorotan setelah mantan Bupati Langkat terjerat perkara korupsi yang ditangani KPK. Penindakan terbaru ini menunjukkan komitmen lembaga antirasuah dalam mengawasi tata kelola pemerintahan daerah, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran dan pelaksanaan proyek publik.

Hingga saat ini, KPK belum mengumumkan secara resmi pihak yang ditetapkan sebagai tersangka maupun pasal yang akan dikenakan. Lembaga tersebut menyatakan seluruh perkembangan perkara, termasuk hasil pemeriksaan, jumlah barang bukti, serta konstruksi dugaan tindak pidana korupsi akan disampaikan kepada publik setelah proses pemeriksaan awal selesai. KPK juga memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan kecukupan alat bukti sebelum menetapkan status hukum para pihak yang terlibat.

+ posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

Shama Mangla

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

More From Author

RAPBN 2027 Mulai Disusun, Ini Target Pertumbuhan hingga Defisit APBN

RAPBN 2027 Mulai Disusun, Ini Target Pertumbuhan hingga Defisit APBN

Jaksa Ungkap Dugaan Suap Rp6,35 Miliar ke Pejabat Bea Cukai untuk Percepat Impor Barang

Jaksa Ungkap Dugaan Suap Rp6,35 Miliar ke Pejabat Bea Cukai untuk Percepat Impor Barang