Bupati Langkat Syah Afandin Keluar dari Gedung KPK Kenakan Rompi Tahanan

Bupati Langkat Syah Afandin Keluar dari Gedung KPK Kenakan Rompi Tahanan

Ilustrasi. Foto: Bupati Langkat Syah Afandin Keluar dari Gedung KPK Kenakan Rompi Tahanan

Bupati Langkat nonaktif, Syah Afandin, resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Dini hari, Syah terlihat keluar dari Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi tahanan oranye dan tangan terborgol sebelum dibawa menuju rumah tahanan untuk menjalani masa penahanan awal.

Penahanan dilakukan setelah penyidik menyelesaikan pemeriksaan intensif terhadap Syah menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Sumatera Utara. Dalam perkara tersebut, KPK juga menetapkan seorang pihak swasta berinisial YQB sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam praktik suap terkait pengaturan proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.

Saat keluar dari gedung KPK sekitar dini hari, Syah Afandin tampak mengenakan rompi tahanan khas KPK bernomor identitas dan tidak memberikan banyak komentar kepada awak media. Ia hanya berjalan didampingi petugas menuju kendaraan tahanan yang telah disiapkan. Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan selama 20 hari pertama sesuai ketentuan hukum acara pidana.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, KPK menduga Syah menerima uang suap sekitar Rp800 juta yang berasal dari komitmen fee sejumlah proyek pemerintah daerah. Penyidik juga mengungkap adanya dugaan permintaan fee sebesar 10 persen untuk proyek di Dinas Pendidikan dan 17,5 persen untuk proyek di Dinas Perkim. Selain itu, KPK masih mendalami dugaan gratifikasi dengan nilai sedikitnya Rp3,5 miliar yang diduga diterima dari berbagai sumber.

Dalam rangkaian OTT tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai Rp100 juta, valuta asing senilai sekitar Rp1,22 miliar, dua rekening bank dengan saldo sekitar Rp2,27 miliar, serta 55 keping logam yang diduga platinum dengan berat total sekitar 55 kilogram. Seluruh barang bukti tersebut masih diperiksa untuk mengetahui keterkaitannya dengan perkara korupsi yang sedang disidik.

Penyidikan kasus ini masih terus berlangsung. KPK menyatakan akan menelusuri seluruh aliran dana, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pengaturan proyek di Kabupaten Langkat. Lembaga antirasuah juga menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara apabila ditemukan bukti baru selama proses penyidikan berlangsung.

+ posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

Shama Mangla

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

More From Author

Pertamina Rampungkan Penyederhanaan 31 Entitas, Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Pertamina Rampungkan Penyederhanaan 31 Entitas, Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Ilustrasi. Foto: Viral Gaji Dosen Unair Rp2,6 Juta, Kampus Jelaskan Total Penghasilan Capai Rp7,5 Juta

Viral Gaji Dosen Unair Rp2,6 Juta, Kampus Jelaskan Total Penghasilan Capai Rp7,5 Juta