
PT Pertamina (Persero) menyelesaikan penyederhanaan terhadap 31 entitas usaha sebagai bagian dari program transformasi korporasi yang bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi, dan memfokuskan bisnis pada sektor energi inti. Langkah tersebut merupakan bagian dari program business streamlining yang terus dijalankan perusahaan untuk membangun struktur organisasi yang lebih ramping dan kompetitif.
Program penataan entitas usaha menjadi salah satu agenda strategis Pertamina dalam mendukung transformasi BUMN. Melalui penyederhanaan struktur perusahaan, Pertamina berharap proses pengambilan keputusan menjadi lebih efektif, biaya operasional lebih efisien, serta pengelolaan bisnis semakin terintegrasi. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan daya saing BUMN.
Perseroan menjelaskan penyelesaian restrukturisasi terhadap 31 entitas merupakan bagian dari tahapan program yang sebelumnya mencakup proses likuidasi, merger, divestasi, hingga penataan kembali sejumlah anak usaha. Seluruh proses dilakukan dengan tetap berkoordinasi bersama berbagai instansi terkait, termasuk regulator dan aparat pengawasan, guna memastikan setiap langkah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertamina menilai penyederhanaan struktur perusahaan akan memperkuat fokus bisnis pada sektor energi, mulai dari hulu hingga hilir. Dengan struktur yang lebih sederhana, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kecepatan eksekusi bisnis, memperkuat pengelolaan risiko, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset dan sumber daya yang dimiliki. Transformasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah perusahaan dalam jangka panjang.
Program restrukturisasi ini merupakan bagian dari transformasi yang lebih luas di lingkungan Pertamina Group. Sebelumnya, perusahaan telah mengidentifikasi lebih dari seratus entitas usaha yang akan ditata secara bertahap melalui berbagai skema restrukturisasi. Penyelesaian 31 entitas menjadi salah satu capaian awal dalam pelaksanaan agenda tersebut.
Manajemen Pertamina menegaskan transformasi korporasi tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan struktur usaha yang lebih sederhana dan fokus pada bisnis inti, Pertamina optimistis dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap penyediaan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.



