
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia berpotensi menghentikan impor bensin dan solar di masa depan melalui optimalisasi pengolahan sawit menjadi bahan bakar nabati. Pemerintah menilai hilirisasi sawit dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
Amran mengatakan pengembangan biodiesel dan bioavtur berbasis sawit terus dipercepat seiring meningkatnya kapasitas industri pengolahan dalam negeri. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya sawit terbesar dunia yang dapat dimanfaatkan lebih maksimal.
Program campuran biodiesel seperti B40 dinilai menjadi langkah awal menuju transisi energi berbasis bahan baku domestik. Selain mengurangi impor energi, kebijakan tersebut juga diharapkan meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional.
Pengamat energi menilai target menghentikan impor BBM membutuhkan investasi besar pada infrastruktur pengolahan dan distribusi energi hijau. Namun peluang Indonesia menjadi pemain utama bioenergi global dinilai sangat terbuka.
Pemerintah optimistis hilirisasi sawit akan menjadi salah satu pilar utama ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.




