
Anggota DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet menilai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah berani pemerintah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Ia menilai arah kebijakan fiskal tersebut menunjukkan upaya serius pemerintah memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan nasional.
Menurut Bamsoet, pemerintah berhasil menyusun kerangka ekonomi yang lebih realistis dan terukur di tengah kondisi global yang masih dibayangi perlambatan ekonomi, perang dagang, tensi geopolitik, hingga tingginya suku bunga internasional. Ia menilai pendekatan tersebut penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
“APBN ditempatkan sebagai instrumen perjuangan negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat meningkat secara nyata,” kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ketua DPR RI ke-20 itu juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi 2027 yang dipatok pemerintah pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Menurut dia, target tersebut mencerminkan optimisme pemerintah sekaligus keyakinan bahwa ekonomi nasional tetap mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Selain pertumbuhan ekonomi, Bamsoet menilai desain RAPBN 2027 menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam mengelola fiskal negara. Hal itu terlihat dari target defisit anggaran yang dijaga di kisaran 1,80 persen hingga 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Ia menilai langkah tersebut penting agar stabilitas ekonomi tetap terjaga meski kebutuhan pembiayaan program prioritas terus meningkat.
Bamsoet menambahkan pemerintah tetap menjaga ruang fiskal agar APBN dapat digunakan untuk mendukung program-program strategis nasional tanpa mengganggu kesehatan keuangan negara. Menurut dia, disiplin fiskal menjadi faktor penting menghadapi risiko perlambatan ekonomi dunia pada 2026 hingga 2027.
Pidato Presiden Prabowo terkait KEM-PPKF 2027 sebelumnya disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI. Pemerintah menekankan fokus kebijakan tahun depan diarahkan pada penguatan ketahanan ekonomi nasional, perlindungan sosial, hilirisasi industri, serta percepatan pembangunan sumber daya manusia.
Di tengah tantangan ekonomi global, dukungan dari DPR terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan program prioritas nasional dapat berjalan sesuai target pembangunan jangka panjang.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

