
Pemerintah kembali melanjutkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600 ribu untuk pekerja pada 2026. Program tersebut disiapkan sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat pekerja di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok tahun ini.
Informasi terbaru mengenai penyaluran BSU muncul melalui pembaruan layanan resmi Kementerian Ketenagakerjaan. Dalam skema yang disiapkan pemerintah, bantuan diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan untuk dua bulan dan dicairkan sekaligus kepada penerima yang memenuhi syarat.
Program ini ditujukan bagi pekerja atau buruh yang masih aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam kategori Penerima Upah. Selain itu, penerima juga wajib memiliki penghasilan maksimal Rp3,5 juta per bulan atau mengikuti ketentuan upah minimum daerah masing-masing. Pemerintah turut memprioritaskan pekerja yang belum menerima bantuan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa aparatur sipil negara, anggota TNI, dan Polri tidak termasuk dalam kelompok penerima BSU. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar melakukan pengecekan status penerima melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu dan potensi penipuan digital yang marak terjadi selama proses penyaluran bantuan sosial.
Dalam mekanisme penyaluran, dana bantuan nantinya akan dikirim langsung ke rekening bank Himbara maupun Bank Syariah Indonesia milik penerima yang telah lolos verifikasi data. Pemerintah menilai metode transfer langsung dapat mempercepat distribusi bantuan sekaligus menjaga transparansi penyaluran dana kepada pekerja yang membutuhkan.
Program BSU sebelumnya dinilai membantu menjaga konsumsi rumah tangga pekerja sektor formal, terutama saat kondisi ekonomi mengalami perlambatan. Karena itu, kelanjutan BSU pada 2026 diperkirakan kembali menjadi salah satu stimulus penting untuk menopang aktivitas ekonomi nasional dan menjaga stabilitas konsumsi masyarakat kelas pekerja.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

