Gunung Anak Krakatau Viral Disebut Meledak Hebat, PVMBG Tegaskan Video Beredar Bukan Peristiwa Terbaru

Gunung Anak Krakatau Viral Disebut Meledak Hebat, PVMBG Tegaskan Video Beredar Bukan Peristiwa Terbaru

Ilustrasi. Foto: Gunung Anak Krakatau Viral Disebut Meledak Hebat, PVMBG Tegaskan Video Beredar Bukan Peristiwa Terbaru

Video yang memperlihatkan letusan besar Gunung Anak Krakatau di media sosial memicu kekhawatiran masyarakat setelah diklaim sebagai kejadian terbaru. Namun, otoritas pemantau gunung api memastikan rekaman yang ramai dibagikan tersebut merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak menggambarkan kondisi terkini.

Penegasan itu disampaikan setelah unggahan video memperlihatkan semburan material pijar dan kolom letusan pada malam hari menyebar luas di berbagai platform digital. Narasi yang menyertai video menyebut Gunung Anak Krakatau mengalami ledakan dahsyat sehingga memunculkan kekhawatiran akan potensi bencana lanjutan di kawasan Selat Sunda.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menjelaskan bahwa video yang beredar bukan berasal dari aktivitas vulkanik terbaru. Rekaman tersebut merupakan dokumentasi lama yang kembali diunggah tanpa penjelasan mengenai waktu kejadian sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Meski demikian, Gunung Anak Krakatau memang masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Dalam beberapa hari terakhir, gunung api yang berada di perairan Selat Sunda itu tercatat mengalami erupsi dengan kolom abu vulkanik yang teramati dari pos pemantauan. Aktivitas tersebut terus dipantau oleh petugas sesuai prosedur mitigasi yang berlaku.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai unggahan yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi kepada sumber resmi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya dikeluarkan melalui lembaga berwenang yang melakukan pemantauan secara langsung.

Petugas juga mengingatkan warga, nelayan, maupun wisatawan agar tetap mematuhi rekomendasi yang telah diterbitkan terkait radius aman di sekitar kawah aktif. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik sewaktu-waktu.

Penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta dinilai dapat memicu kepanikan, terutama mengingat Gunung Anak Krakatau memiliki sejarah aktivitas vulkanik yang tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau mengutamakan informasi resmi dan tidak ikut menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi agar tidak memperbesar penyebaran hoaks di ruang digital.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Ilustrasi. Foto: Viral Gaji Dosen Unair Rp2,6 Juta, Kampus Jelaskan Total Penghasilan Capai Rp7,5 Juta

Viral Gaji Dosen Unair Rp2,6 Juta, Kampus Jelaskan Total Penghasilan Capai Rp7,5 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stabil di Rp2,67 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stabil di Rp2,67 Juta per Gram