Home Berita LokalHarga Telur Anjlok hingga Rp22.500, Peternak Soroti Tengkulak

Harga Telur Anjlok hingga Rp22.500, Peternak Soroti Tengkulak

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Sejumlah peternak ayam petelur mengadukan anjloknya harga telur ke Kementerian Pertanian setelah harga di tingkat produsen turun hingga Rp22.500 per kilogram. Nilai tersebut berada jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah yang dipatok sebesar Rp26.500 per kilogram. 

Keluhan itu disampaikan dalam pertemuan antara asosiasi peternak, koperasi, dan Kementerian Pertanian di Jakarta Selatan, Selasa (12/5). Para peternak menilai penurunan harga yang terjadi saat ini tidak sepenuhnya dipengaruhi kondisi pasar, melainkan juga akibat permainan middleman atau tengkulak di lapangan. 

Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Herry Dermawan menyebut banyak peternak terpaksa menjual telur dengan harga murah karena membutuhkan perputaran uang cepat. Situasi tersebut dimanfaatkan tengkulak untuk membeli telur di harga rendah sebelum dijual kembali ke pasar dengan margin yang jauh lebih tinggi. 

Menurut Herry, kondisi harga saat ini tidak mencerminkan harga riil di pasar. Ia menyoroti selisih harga yang cukup besar antara tingkat peternak dan harga di konsumen yang masih berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram. 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menjelaskan penurunan harga juga dipicu tingginya pasokan telur nasional. Produksi telur pada 2026 diproyeksikan mencapai 7,3 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 6 juta ton sehingga terjadi surplus sekitar 13 persen. 

Anjloknya harga telur paling terasa di daerah sentra produksi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Saat ini, rata-rata harga nasional telur di tingkat peternak tercatat sekitar Rp24.500 per kilogram.

Untuk menstabilkan harga, Kementan mendorong distribusi telur dari daerah surplus ke wilayah yang masih kekurangan pasokan seperti Papua dan Maluku. Pemerintah juga meminta penambahan menu telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan serapan produksi nasional.

Peternak berharap pemerintah dan Satgas Pangan segera mengambil langkah pengawasan agar praktik permainan harga di rantai distribusi tidak semakin merugikan pelaku usaha peternakan rakyat. 

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts