Seskab Optimistis Indonesia Bisa Jadi Produsen Udang Unggulan Dunia

Seskab Optimistis Indonesia Bisa Jadi Produsen Udang Unggulan Dunia

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu produsen udang unggulan dunia. Keyakinan itu disampaikan saat pemerintah mempercepat pengembangan tambak modern dan penguatan sektor perikanan nasional.

Menurut Teddy, Indonesia memiliki sumber daya alam, garis pantai panjang, dan kawasan budidaya yang sangat potensial untuk mendukung industri udang skala global. Pemerintah kini fokus memperkuat model tambak berbasis kawasan modern guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ekspor.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo melakukan panen raya udang di kawasan budidaya udang modern Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kunjungan itu, pemerintah menegaskan sektor perikanan dan pangan menjadi prioritas utama pembangunan ekonomi produktif nasional.

Industri udang selama ini menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia dengan pasar besar di Amerika Serikat, Jepang, dan China. Namun, persaingan global dari negara produsen lain seperti Vietnam, India, dan Ekuador membuat peningkatan efisiensi dan teknologi budidaya dinilai semakin penting.

Pengamat ekonomi kelautan menilai pengembangan tambak modern dapat memperbesar kontribusi sektor maritim terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menghasilkan devisa, industri udang juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru di wilayah pesisir.

Pemerintah juga mendorong hilirisasi sektor perikanan agar nilai tambah produk laut Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah. Penguatan rantai pendingin, logistik, dan teknologi budidaya menjadi bagian dari strategi memperbesar daya saing ekspor nasional.

Selain fokus pada produksi, pemerintah menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam pengembangan tambak modern. Pengelolaan kawasan budidaya yang ramah lingkungan dinilai penting untuk menjaga produktivitas jangka panjang sektor perikanan nasional.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Antam dan UBS Kompak Melemah

Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Antam dan UBS Kompak Melemah

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan Sabtu Malam

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan Sabtu Malam