
Kementerian Pertanian meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan kelapa sawit untuk menghadapi dampak El Nino yang berpotensi mengganggu produksi nasional. Langkah itu dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan kinerja sektor perkebunan di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Pemerintah menilai fenomena El Nino dapat memengaruhi produktivitas tanaman sawit akibat berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan di sejumlah wilayah sentra perkebunan.
Kementan meminta perusahaan sawit memperkuat mitigasi, termasuk pengelolaan irigasi, pemantauan kondisi lahan, dan antisipasi kebakaran hutan maupun lahan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan produksi crude palm oil (CPO) tetap stabil.
Industri sawit memiliki kontribusi besar terhadap ekspor dan penerimaan devisa negara. Karena itu, gangguan produksi akibat perubahan iklim dapat berdampak terhadap ekonomi nasional dan harga komoditas global.
Pengamat pertanian menilai perubahan cuaca ekstrem kini menjadi tantangan utama sektor perkebunan. Adaptasi teknologi dan penguatan sistem pengelolaan lingkungan dinilai penting untuk menjaga produktivitas jangka panjang.
Selain sawit, pemerintah juga memperhatikan potensi dampak El Nino terhadap sektor pangan lain seperti padi dan jagung. Stabilitas produksi pangan dan perkebunan disebut menjadi prioritas nasional tahun ini.
Kementan memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha terus dilakukan untuk mengantisipasi risiko penurunan produksi akibat cuaca ekstrem.




