Korban Gempa Kembar Venezuela Tembus 188 Jiwa

Korban Gempa Kembar Venezuela Tembus 188 Jiwa

Ilustrasi. Foto: Korban Gempa Kembar Venezuela Tembus 188 Jiwa

Korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga pembaruan terbaru, sedikitnya 188 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka setelah dua gempa besar mengguncang negara Amerika Selatan tersebut pada Rabu (24/6) waktu setempat. Tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di berbagai lokasi yang dipenuhi reruntuhan bangunan sehingga jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.

Dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 terjadi hanya dalam selang sekitar 39 detik. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut fenomena tersebut sebagai doublet earthquake atau gempa kembar. Episentrum berada di dekat Morón, sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas, dengan guncangan yang dirasakan hingga berbagai wilayah di pesisir utara Venezuela.

Wilayah La Guaira menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Lebih dari 100 bangunan dilaporkan runtuh, sementara kawasan ibu kota Caracas juga mengalami kerusakan pada gedung, jalan, serta fasilitas publik. Bandara internasional sempat menghentikan operasional, jaringan listrik di sejumlah daerah terputus, dan layanan transportasi publik terganggu akibat kerusakan infrastruktur.

Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional dan mengerahkan personel militer, petugas pemadam kebakaran, serta tim penyelamat ke berbagai titik terdampak. Rumah sakit dipenuhi korban luka sehingga pemerintah meminta tenaga kesehatan tambahan untuk membantu penanganan darurat. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan karena masih terdapat ancaman gempa susulan.

Operasi pencarian masih berlangsung di sejumlah gedung yang roboh. Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan. Otoritas menyatakan fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban yang masih hidup sebelum beralih ke tahap pemulihan dan rekonstruksi wilayah terdampak.

Bencana ini memicu respons dari berbagai negara. Amerika Serikat mengumumkan bantuan kemanusiaan senilai sekitar US$150 juta, sementara Kanada, Brasil, Meksiko, Jerman, Swiss, dan sejumlah negara lain juga menawarkan bantuan logistik, tenaga penyelamat, serta dukungan medis untuk mempercepat proses penanganan korban.

Para ahli seismologi menyebut gempa tersebut sebagai yang terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad. Selain menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, bencana ini memperburuk kondisi kemanusiaan di negara yang sebelumnya telah menghadapi tantangan ekonomi dan sosial. Organisasi internasional memperkirakan proses pemulihan akan membutuhkan waktu panjang mengingat luasnya wilayah terdampak dan besarnya kebutuhan bantuan bagi para penyintas.

+ posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

Shama Mangla

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

More From Author

Airlangga Beber Strategi Jaga Status Emerging Market

Airlangga Beber Strategi Jaga Status Emerging Market

KPK Dalami Penghasilan Ma’ruf Cahyono Saat di MPR

KPK Dalami Penghasilan Ma’ruf Cahyono Saat di MPR