
Keluarga pria dengan gangguan jiwa atau ODGJ yang diduga menganiaya penumpang JakLingko di Jakarta Selatan menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan masyarakat. Permintaan maaf disampaikan setelah insiden penganiayaan di dalam angkutan umum itu viral di media sosial.
Ayah pelaku, Suhari, mengaku menyesali kejadian tersebut dan menyebut kondisi kejiwaan anaknya memang sering tidak stabil. Ia berharap masyarakat memahami kondisi pelaku yang disebut telah lama mengalami gangguan mental.
Peristiwa itu bermula ketika pelaku menaiki armada JakLingko dan diduga tiba-tiba melakukan tindakan agresif terhadap penumpang lain. Sejumlah saksi menyebut pelaku sempat membentak penumpang sebelum terjadi aksi pemukulan dan tendangan di dalam kendaraan.
Insiden tersebut sempat memicu kepanikan penumpang. Sopir dan warga sekitar kemudian membantu mengamankan pelaku sebelum aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian.
Polisi saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan klinis kejiwaan terhadap pelaku untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Aparat juga memastikan proses penanganan tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan mental yang bersangkutan.
Kasus ini kembali memunculkan perhatian terhadap penanganan ODGJ di ruang publik, terutama terkait pengawasan, pengobatan, dan pendampingan keluarga. Pengamat sosial menilai fasilitas layanan kesehatan mental dan edukasi masyarakat masih perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan koordinasi dengan dinas sosial dan fasilitas kesehatan guna memastikan ODGJ yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain mendapatkan penanganan tepat.
Polisi memastikan situasi telah kondusif dan korban penganiayaan telah dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.



