Home EkonomiPengusaha Masih Tunggu Kejelasan Skema Ekspor Batu Bara Lewat BUMN
Pengusaha Masih Tunggu Kejelasan Skema Ekspor Batu Bara Lewat BUMN

Pengusaha Masih Tunggu Kejelasan Skema Ekspor Batu Bara Lewat BUMN

by Jessie Evelyn Kartadjaja
Pengusaha Masih Tunggu Kejelasan Skema Ekspor Batu Bara Lewat BUMN

Pelaku usaha pertambangan batu bara masih mempertanyakan rincian aturan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) melalui badan usaha milik negara (BUMN) baru, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kalangan pengusaha menilai pemerintah belum memberikan penjelasan teknis yang memadai terkait mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut.

Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyebut sejumlah poin krusial masih menjadi tanda tanya, mulai dari keberlanjutan kontrak dagang yang sudah berjalan hingga posisi trader dalam rantai ekspor baru. Pengusaha khawatir perubahan sistem perdagangan dapat mengganggu fleksibilitas bisnis dan kepastian hukum di sektor pertambangan.

Pemerintah sebelumnya mengumumkan rencana penerapan ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas strategis melalui PT DSI. Skema itu disiapkan untuk komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, hingga ferro alloy sebagai bagian dari reformasi tata kelola perdagangan SDA nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pembentukan DSI bertujuan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global serta mencegah manipulasi nilai transaksi ekspor. Pemerintah juga menilai kebijakan tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga komoditas strategis nasional.

Meski demikian, pengusaha meminta pemerintah segera menerbitkan aturan pelaksana yang jelas agar pelaku industri dapat menyesuaikan strategi bisnis. APBI juga berencana melakukan pembahasan lanjutan dengan Kementerian ESDM untuk mendapatkan kepastian terkait skema operasional ekspor satu pintu tersebut.

Selain soal kontrak, dunia usaha menyoroti potensi tambahan birokrasi dan dampaknya terhadap margin perusahaan. Ketidakjelasan mengenai fungsi PT DSI, apakah sebagai regulator, fasilitator, atau entitas komersial, disebut menjadi perhatian utama pelaku industri.

Di sisi lain, pemerintah mengklaim mayoritas asosiasi pengusaha memberikan respons positif terhadap pembentukan BUMN ekspor tersebut. Pemerintah menargetkan pengelolaan ekspor melalui DSI dapat memperkuat penerimaan negara sekaligus meningkatkan kontrol atas perdagangan komoditas nasional.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts