
JAKARTA, INDONESIA TERKINI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima Surat Presiden (Surpres) dari Presiden Prabowo Subianto mengenai usulan nama calon Kepala Badan Pengelola Bursa Mineral Nasional pada Selasa (18/8/2026). Penerimaan dokumen kenegaraan tersebut menjadi langkah awal bagi parlemen untuk memproses seleksi kepemimpinan lembaga bursa komoditas tambang strategis Indonesia.
Puan menyampaikan bahwa surat usulan dari Istana Kepresidenan telah masuk ke meja pimpinan DPR dan akan segera dibahas sesuai mekanisme tata tertib kedewanan. Pimpinan DPR akan meneruskan nama calon tersebut ke komisi terkait guna melaksanakan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Kehadiran bursa mineral ini diharapkan mampu memperkuat kedaulatan tata niaga komoditas pertambangan Indonesia di pasar global, khususnya untuk komoditas nikel, bauksit, tembaga, dan timah.
Penerimaan Dokumen Surpres dan Penjadwalan Rapat Bamus
Puan Maharani menjelaskan bahwa pimpinan DPR telah mencermati surat usulan yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Prosedur administratif akan dilanjutkan melalui rapat konsultasi pengganti rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR guna menetapkan komisi mana yang akan ditugaskan menggelar uji kepatutan.
Parlemen memastikan proses seleksi akan dilakukan secara cermat, transparan, dan akuntabel guna memastikan figur yang terpilih memiliki integritas tinggi serta pemahaman mendalam tentang lanskap pasar keuangan dan tata kelola industri ekstraktif.
“Surat dari Presiden terkait nama calon Kepala Bursa Mineral sudah kami terima. DPR tentu akan segera menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme konstitusional dan tata tertib yang berlaku melalui komisi terkait,” ujar Puan di Kompleks Parlemen Senayan.
Peran Strategis Bursa Mineral bagi Hilirisasi Nasional
Pembentukan Bursa Mineral Nasional merupakan tindak lanjut konkret dari agenda hilirisasi industri tambang yang dicanangkan pemerintah. Selama ini, sebagian besar komoditas mineral mentah dan olahan Indonesia masih mengacu pada indeks harga bursa luar negeri seperti London Metal Exchange (LME).
Dengan hadirnya bursa komoditas mineral di dalam negeri, Indonesia ditargetkan mampu menjadi penentu harga acuan (price maker/setter) untuk produk-produk mineral unggulan, terutama komoditas yang rantai pasok globalnya didominasi oleh cadangan tambang nusantara.
Lembaga ini juga dirancang untuk menciptakan pencatatan transaksi yang transparan, meminimalkan potensi penyelundupan (illegal export), serta memperbesar penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan devisa hasil ekspor (DHE).
Kriteria Calon dan Pelaksanaan Fit and Proper Test
Puan menekankan bahwa posisi Kepala Bursa Mineral memerlukan figur pemimpin yang profesional, independen dari konflik kepentingan bisnis, serta memiliki rekam jejak yang solid di sektor regulasi komoditas dan pasar modal.
Komisi terkait di DPR nantinya akan mendalami visi, misi, peta jalan (roadmap), dan strategi calon dalam mengintegrasikan pelaku usaha hulu tambang dengan industri manufaktur pengolahan domestik maupun pembeli internasional.
Hasil dari uji kepatutan dan kelayakan tersebut akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan secara resmi sebelum ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres).
Dampak Positif terhadap Iklim Investasi dan Transparansi
Kalangan pelaku usaha dan pengamat ekonomi menyambut positif langkah percepatan pengisian posisi pimpinan Bursa Mineral Nasional. Kejelasan regulasi dan kelembagaan bursa dinilai akan memberikan kepastian hukum bagi para investor smelter dan pertambangan di tanah air.
Sistem perdagangan komoditas yang terintegrasi dan terlacak secara digital (traceability) diharapkan dapat meningkatkan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam industri mineral Indonesia.
DPR berkomitmen mengawal pembentukan ekosistem bursa ini agar memberikan manfaat ekonomi yang berkeadilan bagi kas negara dan kesejahteraan masyarakat luas.
Pengungkapan nama calon Kepala Bursa Mineral oleh Puan Maharani menandai babak baru dalam penguatan kedaulatan tata kelola komoditas pertambangan Indonesia. Melalui uji kepatutan yang objektif dan transparan di DPR, kepemimpinan bursa mineral yang terpilih diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi pusat perdagangan komoditas mineral terkemuka di tingkat regional maupun internasional.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.




