
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi sorotan publik terkait anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pengadaan sapi kurban pemerintah menjelang Iduladha 2026.
Purbaya menilai program tersebut perlu dilihat dari sisi manfaat ekonomi yang lebih luas, terutama terhadap peternak lokal dan perputaran ekonomi masyarakat daerah.
Menurut dia, pembelian hewan kurban dalam jumlah besar dapat membantu meningkatkan pendapatan peternak domestik. Program tersebut juga disebut berdampak pada distribusi ekonomi menjelang hari raya keagamaan.
Sorotan publik sebelumnya muncul setelah anggaran pengadaan sapi kurban pemerintah disebut mencapai ratusan miliar rupiah. Sebagian pihak mempertanyakan urgensi penggunaan anggaran tersebut di tengah tantangan ekonomi global.
Namun, Purbaya menegaskan belanja pemerintah tidak selalu harus dipandang sebagai pengeluaran semata. Dalam konteks tertentu, anggaran negara juga berfungsi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan sektor peternakan memiliki efek berantai terhadap usaha lain seperti transportasi, perdagangan pakan ternak, hingga distribusi hewan kurban ke berbagai daerah.
Pemerintah sebelumnya memastikan pengadaan hewan kurban dilakukan dari peternak lokal untuk mendukung produksi dalam negeri. Langkah itu dinilai dapat membantu stabilitas harga ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Perdebatan mengenai penggunaan anggaran kurban pemerintah ramai dibahas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, pemerintah menyebut program bantuan hewan kurban merupakan bagian dari kegiatan sosial yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Purbaya berharap masyarakat melihat kebijakan tersebut secara menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap aktivitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat di sektor peternakan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.



