Home Berita LokalPurbaya Sebut Pemerintah Sudah Intervensi Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu
Purbaya Sebut Pemerintah Sudah Intervensi Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu

Purbaya Sebut Pemerintah Sudah Intervensi Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu

by Jessie Evelyn Kartadjaja
Purbaya Sebut Pemerintah Sudah Intervensi Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah mulai melakukan intervensi di pasar obligasi sejak pekan lalu untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Langkah tersebut dilakukan di tengah pelemahan rupiah yang sempat mendekati level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Purbaya mengatakan intervensi dilakukan secara bertahap melalui pasar Surat Berharga Negara (SBN) guna menahan lonjakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah. Menurut dia, stabilitas pasar obligasi penting dijaga karena gejolak yield dapat memicu capital outflow dan memperburuk tekanan terhadap rupiah. 

“Kita sudah masuk ke bond market bertahap,” kata Purbaya usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia menyebut pemerintah juga melihat investor asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi domestik sehingga tekanan pasar diperkirakan mulai berkurang dalam beberapa pekan ke depan. 

Pemerintah disebut menyiapkan skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF) untuk mendukung operasi pasar tersebut. Purbaya mengungkapkan pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp2 triliun per hari guna menjaga stabilitas pasar surat utang negara. Dana itu berasal dari pengelolaan kas pemerintah dan sumber likuiditas lain dalam APBN. 

Selain itu, pemerintah juga mulai menyerap obligasi yang dilepas investor di pasar sekunder. Hingga saat ini, intervensi yang dilakukan disebut masih dalam skala terbatas sambil melihat perkembangan sentimen pasar global dan pergerakan arus modal asing. 

Langkah intervensi dilakukan setelah pasar keuangan domestik mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, dan keluarnya dana asing dari pasar negara berkembang. Kondisi tersebut membuat rupiah melemah tajam dan mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah Indonesia. 

Purbaya menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat sehingga masyarakat diminta tidak panik menghadapi gejolak pasar jangka pendek. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. 

Pelaku pasar kini mencermati efektivitas intervensi pemerintah di pasar obligasi terhadap stabilitas rupiah dan pemulihan sentimen investor dalam beberapa pekan mendatang.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts