
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong peningkatan kesadaran kolektif masyarakat dalam mengantisipasi potensi penyebaran hantavirus di Indonesia. Menurutnya, ancaman penyakit zoonosis seperti hantavirus perlu diwaspadai bersama melalui penguatan edukasi publik dan kesiapsiagaan sistem kesehatan nasional.ย
Eddy menilai pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa ancaman penyakit menular harus diantisipasi sejak dini sebelum meluas. Ia mengingatkan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu membangun koordinasi yang kuat untuk mencegah munculnya lonjakan kasus di dalam negeri.
Menurutnya, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran hantavirus. Penyakit tersebut diketahui dapat menular melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terkontaminasi virus, terutama di lingkungan yang tidak higienis.
Dalam beberapa waktu terakhir, kewaspadaan terhadap hantavirus meningkat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau kasus wabah di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina. Dari total 147 penumpang dan awak kapal, tujuh orang dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia akibat infeksi hantavirus.
Kementerian Kesehatan RI sebelumnya memastikan varian hantavirus yang ditemukan di luar negeri berbeda dengan kasus yang pernah terdeteksi di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tetap memperkuat sistem surveilans, pengawasan pintu masuk negara, hingga kesiapan laboratorium PCR dan rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga Mei 2026 terdapat 23 kasus terkonfirmasi Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dari total 256 kasus suspek sejak 2024. Kasus ditemukan di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain penguatan sistem kesehatan, Eddy juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga sanitasi lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar permukiman. Edukasi mengenai penggunaan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi dinilai perlu terus diperluas.
Pemerintah dan parlemen kini mendorong langkah antisipatif agar ancaman hantavirus tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih luas. Kewaspadaan dini dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit zoonosis di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat global.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

