Home Berita LokalDPR Dorong Pemerintah Gunakan AI dan Patroli Siber Berantas Judol

DPR Dorong Pemerintah Gunakan AI dan Patroli Siber Berantas Judol

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Anggota DPR RI meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap praktik judi online dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta patroli siber yang berjalan selama 24 jam. Langkah itu dinilai penting karena penyebaran situs judol semakin cepat dan sulit dikendalikan melalui metode pemblokiran konvensional.

Desakan tersebut muncul setelah maraknya kasus judi online yang melibatkan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja. DPR menilai perkembangan teknologi digital membuat pelaku judi online lebih mudah mengganti domain, menyebarkan tautan baru, hingga menghindari sistem pemblokiran yang dilakukan pemerintah.

Menurut anggota parlemen, penggunaan AI dapat membantu mendeteksi pola transaksi mencurigakan, aktivitas promosi judi digital, hingga kemunculan situs baru secara otomatis. Dengan sistem pemantauan yang lebih modern, pemerintah dinilai dapat bergerak lebih cepat sebelum platform judi online menyebar luas di masyarakat.

Selain penerapan teknologi AI, DPR juga mendorong penguatan patroli siber lintas lembaga. Pengawasan dinilai perlu melibatkan kementerian terkait, aparat penegak hukum, penyedia layanan internet, hingga platform media sosial untuk mempersempit ruang gerak operator judi online.

Parlemen menilai pendekatan manual selama ini belum cukup efektif menghadapi perkembangan modus judi digital yang terus berubah. Banyak situs yang sudah diblokir kembali aktif menggunakan alamat baru dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat penanganan judol membutuhkan sistem pengawasan yang lebih adaptif dan terintegrasi.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menyatakan pemberantasan judi online menjadi salah satu prioritas pengawasan ruang digital nasional. Pemblokiran ribuan situs serta penelusuran aliran transaksi keuangan terus dilakukan untuk menekan aktivitas perjudian daring yang dinilai merugikan masyarakat secara ekonomi maupun sosial.

Pengamat teknologi menilai penggunaan AI dalam patroli siber dapat meningkatkan efektivitas pengawasan apabila dibarengi dengan regulasi perlindungan data yang jelas. Teknologi tersebut dinilai mampu membantu pemerintah membaca pola penyebaran konten ilegal secara lebih cepat dan akurat.

DPR berharap penguatan pengawasan digital tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi masyarakat agar dampak judi online dapat ditekan sejak dini.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts