Home Berita LokalKemendag Pertemukan Tiga UMKM dengan Buyer dari Tujuh Negara
Kemendag Pertemukan Tiga UMKM dengan Buyer dari Tujuh Negara

Kemendag Pertemukan Tiga UMKM dengan Buyer dari Tujuh Negara

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempertemukan tiga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dengan calon pembeli atau buyer dari tujuh negara dalam agenda business networking guna memperluas pasar ekspor produk nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat daya saing UMKM di pasar global.

Pertemuan bisnis itu melibatkan buyer dari Rumania, Mauritania, Ekuador, Meksiko, Portugal, Tiongkok, dan Jerman. Melalui kegiatan tersebut, Kemendag mendorong UMKM Indonesia mendapatkan akses lebih luas ke pasar internasional sekaligus membuka peluang transaksi ekspor baru. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan business networking menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertemukan pelaku usaha dalam negeri dengan pembeli potensial luar negeri secara langsung. Menurut dia, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun kepercayaan dan mempercepat realisasi ekspor produk UMKM.

“Kami terus memperluas jejaring pasar ekspor agar produk UMKM Indonesia semakin dikenal di berbagai negara,” ujar Puntodewi dalam keterangannya. 

Tiga UMKM yang difasilitasi dalam kegiatan tersebut berasal dari sektor produk unggulan berbeda, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan, hingga produk kreatif. Kemendag menilai produk UMKM Indonesia memiliki potensi besar menembus pasar ekspor karena semakin kompetitif dari sisi kualitas maupun inovasi.

Program business networking menjadi bagian dari inisiatif UMKM BISA Ekspor yang dijalankan Kemendag untuk mempercepat ekspor UMKM nasional. Pada triwulan I 2026, program tersebut mencatat transaksi hingga 23,6 juta dollar AS atau sekitar Rp404,5 miliar. 

Kemendag mencatat capaian tersebut berasal dari kombinasi nota kesepahaman (MoU) dan pesanan pembelian langsung dari buyer luar negeri. Program UMKM BISA Ekspor juga telah menjangkau pasar di Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika. 

Selain mempertemukan UMKM dengan buyer, pemerintah juga melakukan pendampingan terkait kesiapan produk, kualitas, kapasitas produksi, hingga pemenuhan standar ekspor internasional. Langkah itu dilakukan agar pelaku UMKM mampu memenuhi permintaan pasar global secara berkelanjutan. 

Kementerian Perdagangan optimistis penguatan jejaring bisnis internasional dapat membantu UMKM naik kelas sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor nonmigas Indonesia di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan proteksionisme perdagangan dunia.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts