Home Berita LokalPerlakuan Israel terhadap Aktivis Flotilla Tuai Kecaman Internasional
Perlakuan Israel terhadap Aktivis Flotilla Tuai Kecaman Internasional

Perlakuan Israel terhadap Aktivis Flotilla Tuai Kecaman Internasional

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Perlakuan aparat Israel terhadap aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla memicu gelombang kecaman internasional setelah beredar video penahanan yang dinilai tidak manusiawi. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat dan wajah menghadap lantai setelah kapal bantuan menuju Gaza dicegat militer Israel di perairan internasional.

Insiden itu menjadi sorotan global karena melibatkan ratusan aktivis dari berbagai negara yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Armada Global Sumud Flotilla sebelumnya berangkat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menentang blokade Israel terhadap wilayah Palestina tersebut. Namun, kapal mereka dihentikan dan diarahkan ke pelabuhan Israel sebelum seluruh aktivis diamankan aparat keamanan.

Kecaman datang dari sejumlah negara Eropa dan sekutu Israel. Sedikitnya 11 negara dilaporkan memanggil duta besar atau perwakilan diplomatik Israel untuk meminta penjelasan resmi terkait perlakuan terhadap para aktivis. Prancis, Belgia, Belanda, Portugal, hingga Australia menyebut tindakan aparat Israel sebagai perlakuan yang tidak dapat diterima dan merendahkan martabat manusia.

Sorotan juga mengarah pada Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, setelah ia mengunggah video penahanan para aktivis di media sosial. Dalam video tersebut, para aktivis tampak dipaksa bersujud dengan tangan diborgol sambil lagu kebangsaan Israel diperdengarkan. Unggahan itu memicu kemarahan publik internasional dan kritik dari dalam pemerintahan Israel sendiri.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, secara terbuka mengecam tindakan Ben-Gvir. Ia menilai perlakuan tersebut telah memperburuk citra Israel di mata dunia dan merusak upaya diplomasi negara itu di tengah tekanan internasional terkait konflik Gaza.

Sementara itu, organisasi hak asasi Israel Adalah mengungkap dugaan kekerasan fisik dan psikologis selama masa penahanan. Beberapa aktivis dilaporkan mengalami luka serius, kesulitan bernapas, hingga dugaan penggunaan sengatan listrik. Kelompok itu juga menyebut sejumlah aktivis perempuan dipaksa melepas jilbab selama penahanan.

Pemerintah Indonesia turut mengecam perlakuan terhadap relawan Global Sumud Flotilla, termasuk warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau kondisi para WNI dan memastikan proses pemulangan berjalan aman.

Kasus ini kembali memperbesar tekanan internasional terhadap Israel di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi kemanusiaan di Gaza dan perlakuan terhadap aktivis sipil internasional.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts