
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan pedagang tahu dan tempe di berbagai daerah. Kenaikan harga kedelai impor membuat biaya produksi meningkat sehingga margin keuntungan pelaku usaha kecil semakin menipis.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas rupiah agar tekanan terhadap harga bahan baku tidak semakin berat.
Sebagian pengrajin tahu dan tempe mengaku mulai mengurangi ukuran produksi untuk menekan biaya operasional. Kedelai impor masih menjadi bahan utama industri tahu tempe nasional sehingga fluktuasi kurs sangat memengaruhi harga pasar.
Pengamat ekonomi menilai UMKM pangan menjadi sektor paling rentan ketika rupiah mengalami tekanan berkepanjangan. Selain kedelai, biaya distribusi dan energi juga ikut meningkat.
Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil seiring langkah intervensi pasar dan penguatan fundamental ekonomi nasional.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

