
Pemerintah berencana mengaktifkan kembali operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta guna mendukung peningkatan konektivitas penerbangan domestik. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi distribusi layanan transportasi udara nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut reaktivasi dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas bandara yang selama ini berkurang setelah operasional penerbangan dipindahkan ke bandara baru di wilayah masing-masing.
Bandara Husein sebelumnya mengalami penurunan aktivitas setelah sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka. Sementara Adi Sutjipto juga terdampak setelah operasional utama penerbangan komersial berpindah ke Bandara YIA Kulon Progo.
Pemerintah menilai keberadaan dua bandara tersebut masih penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, sektor pariwisata, dan aktivitas ekonomi daerah. Reaktivasi juga diharapkan membantu meningkatkan akses penerbangan domestik yang lebih dekat dengan pusat kota.
Pengamat transportasi menilai langkah pemerintah dapat meningkatkan fleksibilitas layanan penerbangan, terutama bagi penumpang bisnis dan wisatawan yang membutuhkan akses cepat ke kawasan perkotaan.
Namun, pemerintah juga diminta memastikan pembagian rute dan operasional bandara dilakukan secara terintegrasi agar tidak memicu persaingan tidak sehat antarbandara dalam satu kawasan.
Kementerian Perhubungan menyatakan kajian teknis dan koordinasi dengan operator bandara serta maskapai penerbangan masih terus dilakukan sebelum operasional penuh dijalankan kembali.
Pemerintah berharap reaktivasi Bandara Husein dan Adi Sutjipto dapat memperkuat konektivitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis transportasi udara.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

