Home Berita LokalBRIN dan Kadin Kembangkan Sentra Alpukat Organik 360 Hektare di Lampung
BRIN dan Kadin Kembangkan Sentra Alpukat Organik 360 Hektare di Lampung

BRIN dan Kadin Kembangkan Sentra Alpukat Organik 360 Hektare di Lampung

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menggandeng Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk mengembangkan kawasan alpukat organik seluas 360 hektare di Provinsi Lampung. Program tersebut disiapkan menjadi sentra alpukat organik unggulan nasional sekaligus memperkuat sektor hortikultura berorientasi ekspor. 

Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas dan produktivitas alpukat berbasis pertanian organik dengan melibatkan kelompok tani lokal. Selain budidaya, program juga diarahkan membangun ekosistem pertanian berkelanjutan mulai dari pengolahan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga penguatan rantai pasok hasil panen. 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan NEXTANI Indonesia, Devi Erna Rachmawati, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi. Menurutnya, pengembangan kawasan alpukat organik di Lampung diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperbesar peluang ekspor komoditas hortikultura Indonesia. 

Program pengembangan itu mencakup sejumlah agenda utama, seperti pendampingan teknologi budidaya alpukat produktif, penerapan pertanian modern ramah lingkungan, penguatan kapasitas petani, hingga persiapan sertifikasi organik terintegrasi dari hulu ke hilir. BRIN juga akan mendukung riset peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi berbasis teknologi pertanian modern. 

Lampung Timur dipilih karena memiliki potensi lahan dan komunitas petani alpukat yang dinilai cukup berkembang. Kawasan tersebut diharapkan menjadi model pengembangan pertanian organik nasional yang memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional. 

Pengembangan alpukat organik juga dinilai sejalan dengan tren global yang menunjukkan permintaan produk pangan sehat dan ramah lingkungan terus meningkat. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sebelumnya menyebut sektor pertanian organik menjadi salah satu pasar pangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia karena meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. 

Pemerintah sendiri terus mendorong pengembangan komoditas hortikultura bernilai tambah tinggi sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekspor nonmigas dan penguatan ekonomi daerah berbasis pertanian modern. Kolaborasi BRIN dan Kadin di Lampung dinilai menjadi langkah awal transformasi sektor pertanian lokal menuju model pertanian yang lebih sehat, modern, dan berkelanjutan. 

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts