
Surat Presiden oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah diberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari Senin (10/8/2026) dengan keterangan lebih jelas mengenai surat presiden tersebut adalah pengajuan Destry Damayanti yang saat ini menjabat menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia sejak pengunduran Gubernur BI sebelumnya, Perry Warjiyo.
Penyerahan Surat Presiden (Supres) yang dilakukan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi akan dilanjut dengan uji kelayakan dan kepatutan calon tersebut sesuai dengan undang-undang yang mengatur mengenai pencalonan Gubernur Bank Indonesia. Dalam profil dari Destry Damayanti sendiri, sebelumnya beliau telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Penyerahan Surat Presiden ke DPR RI
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyerahkan Surat Presiden mengenai pencalonan pimpinan bank sentral ini secara langsung. Berkas resmi tersebut diterima oleh Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen. Pemerintah menyampaikan satu nama kandidat tanpa menyertakan opsi nama calon lain kepada pimpinan parlemen. Langkah ini mencerminkan kepercayaan penuh pemerintah terhadap kapasitas serta rekam jejak kandidat yang diajukan.
Penunjukan Destry dilakukan untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan tertinggi di Bank Indonesia. Posisi pimpinan bank sentral tersebut kosong setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Juli 2026. Sebelum usulan resmi ini keluar, Destry menjalankan tugas harian pimpinan guna memastikan seluruh fungsi bank sentral tetap berjalan lancar. Sesuai ketentuan hukum, penetapan pejabat definitif tetap membutuhkan persetujuan dari jajaran anggota legislatif.
Perjalanan Karir di Sektor Keuangan dan Akademik
Destry Damayanti memiliki latar belakang pendidikan yang kuat serta pengalaman panjang di bidang ekonomi makro nasional. Ia menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada tahun 1987. Setelah menyelesaikan studi S1, ia melanjutkan pendidikan tinggi hingga meraih gelar Master of Science dari Cornell University di Amerika Serikat pada tahun 1997.
Perjalanan karir profesionalnya berlanjut di berbagai lembaga riset, akademis, dan industri perbankan nasional. Destry pernah bertugas sebagai penasihat ekonomi untuk Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada periode 2000 hingga 2003. Selain itu, ia aktif mengajar dan melakukan penelitian di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2005 hingga 2006.
Kiprahnya di sektor keuangan swasta makin menguat saat ia dipercaya menjabat Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada periode 2005 hingga 2011. Karirnya berlanjut saat ia menjabat sebagai Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk sejak tahun 2011 hingga 2015.
Rekam Jejak di Bank Indonesia dan LPS
Selain berkarir di perbankan, Destry juga memiliki rekam jejak yang luas di lembaga regulator dan pengawasan keuangan. Ia pernah memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian BUMN pada periode 2014 hingga 2015. Setelah tugas tersebut, pemerintah mengangkatnya sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan untuk masa jabatan 2015 hingga 2019.
Pengalaman Destry di pimpinan Bank Indonesia dimulai saat ia dilantik menjadi Deputi Gubernur Senior pada Agustus 2019. Pada pertengahan tahun 2024, ia kembali mendapat kepercayaan pemerintah untuk melanjutkan jabatan tersebut hingga tahun 2029. Selama bertugas di bank sentral, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan moneter, pengawasan sistem pembayaran, dan pendalaman pasar keuangan. Seluruh pengalaman tersebut makin memperkuat kesiapannya dalam mengawal stabilitas ekonomi nasional.
Tahapan Uji Kelayakan di DPR
Sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pengajuan nama calon Gubernur Bank Indonesia wajib mendapatkan persetujuan dari parlemen. Anggota DPR RI melalui Komisi XI akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon tunggal tersebut. Dalam proses pengujian ini, kandidat akan menyampaikan visi, misi, serta rencana strategi kebijakan moneter yang akan diterapkan.
Para anggota dewan akan menilai kesiapan kandidat dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Selain itu, kapabilitas kepemimpinan dan kredibilitas di mata pelaku pasar keuangan menjadi fokus penilaian utama. Apabila Komisi XI memberikan persetujuan, hasil keputusan tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI. Rapat paripurna menjadi tahapan akhir sebelum pengesahan dan pelantikan resmi oleh presiden.
Lanjutan Sinergi Kebijakan Moneter
Proses pencalonan Gubernur Bank Indonesia ini menjadi perhatian penting bagi para pelaku pasar dan masyarakat luas. Penetapan pimpinan definitif diharapkan mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter serta stabilitas keuangan nasional. Bank Indonesia bersama pemerintah bertekad terus memperkuat sinergi demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.




