FATF Masukkan Dua Negara ke Daftar Berisiko Pencucian Uang, Indonesia Tetap Aman

FATF Masukkan Dua Negara ke Daftar Berisiko Pencucian Uang, Indonesia Tetap Aman

Ilustrasi. Foto: FATF Masukkan Dua Negara ke Daftar Berisiko Pencucian Uang, Indonesia Tetap Aman

Financial Action Task Force (FATF) memperbarui daftar negara dan yurisdiksi yang berada dalam pengawasan terkait kelemahan strategis dalam upaya pemberantasan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Dalam pembaruan terbaru, dua negara masuk ke daftar yurisdiksi yang memerlukan peningkatan pemantauan, sementara Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Daftar pengawasan FATF menjadi perhatian dunia karena dapat memengaruhi persepsi risiko terhadap sistem keuangan suatu negara. Yurisdiksi yang masuk dalam daftar pemantauan diwajibkan bekerja sama dengan FATF untuk menyelesaikan kekurangan strategis dalam rezim anti-pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.

FATF secara berkala mengevaluasi efektivitas sistem keuangan berbagai negara. Terdapat dua kategori utama dalam mekanisme tersebut, yakni High-Risk Jurisdictions Subject to a Call for Action yang kerap disebut sebagai daftar hitam dan Jurisdictions under Increased Monitoring atau daftar abu-abu.

Indonesia tetap berada di luar kedua daftar tersebut. Posisi ini menjadi sinyal positif bagi sistem keuangan nasional karena menunjukkan Indonesia tidak dikategorikan sebagai yurisdiksi dengan kelemahan strategis yang memerlukan pengawasan khusus FATF.

Indonesia sendiri merupakan anggota penuh FATF sejak Oktober 2023. Keanggotaan tersebut menempatkan Indonesia dalam jaringan global yang berperan menetapkan dan menerapkan standar internasional untuk memberantas pencucian uang, pendanaan terorisme, serta pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.

Dalam laporan tindak lanjut yang diadopsi pada Mei 2026, FATF juga mencatat adanya kemajuan Indonesia dalam memperkuat kerangka penanganan pencucian uang dan pendanaan terorisme sejak evaluasi sebelumnya pada 2023.

Meski demikian, posisi aman dari daftar pengawasan bukan berarti Indonesia dapat mengendurkan pengawasan. Risiko kejahatan keuangan terus berkembang seiring meningkatnya transaksi digital, penggunaan aset kripto, transaksi lintas negara, hingga munculnya berbagai modus baru pencucian uang.

Pemerintah dan otoritas terkait tetap perlu memperkuat pengawasan berbasis risiko, penelusuran aset hasil kejahatan, kerja sama internasional, serta penegakan hukum. Langkah tersebut penting untuk menjaga integritas sistem keuangan sekaligus mempertahankan kepercayaan investor dan mitra internasional.

Status Indonesia yang tetap berada di luar daftar negara berisiko FATF menjadi kabar positif bagi sektor keuangan nasional. Namun, konsistensi dalam menjalankan standar global anti-pencucian uang tetap menjadi kunci agar Indonesia dapat mempertahankan reputasi dan kredibilitas sistem keuangannya.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Satgas PKH Tegaskan Tetap Solid meski Febrie Adriansyah Mundur

Satgas PKH Tegaskan Tetap Solid meski Febrie Adriansyah Mundur

Purbaya Akui Masalah MBG di Lapangan, Pemerintah Janji Terus Lakukan Perbaikan

Purbaya Akui Masalah MBG di Lapangan, Pemerintah Janji Terus Lakukan Perbaikan