Home EkonomiBisnisGAPPRI Nilai Pembatasan Nikotin dan Tar Ancam Industri Rokok Nasional
GAPPRI Nilai Pembatasan Nikotin dan Tar Ancam Industri Rokok Nasional

GAPPRI Nilai Pembatasan Nikotin dan Tar Ancam Industri Rokok Nasional

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) memperingatkan potensi terganggunya keberlangsungan industri hasil tembakau apabila pemerintah menerapkan pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk rokok. Pelaku industri menilai kebijakan tersebut dapat memicu penurunan produksi hingga mengancam operasional sejumlah pabrik rokok nasional. 

Ketua Umum GAPPRI Henry Najoan mengatakan karakteristik tembakau lokal Indonesia, khususnya dari daerah penghasil seperti Temanggung, secara alami memiliki kadar nikotin yang relatif tinggi. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan industri kretek untuk memenuhi batas maksimal nikotin dan tar yang diwacanakan pemerintah. 

Menurut GAPPRI, kebijakan pembatasan tersebut tidak hanya berdampak pada perusahaan rokok, tetapi juga berisiko memukul rantai pasok industri tembakau nasional. Industri hasil tembakau selama ini melibatkan jutaan tenaga kerja mulai dari petani tembakau, petani cengkeh, buruh pabrik, hingga distribusi dan perdagangan.

Selain pembatasan nikotin dan tar, pelaku industri juga menyoroti rencana pengaturan bahan tambahan pada produk tembakau. Mereka menilai pembatasan tersebut dapat mengubah cita rasa khas kretek yang selama ini menjadi identitas produk tembakau Indonesia. GAPPRI khawatir kebijakan baru justru mendorong peningkatan peredaran rokok ilegal apabila industri legal kesulitan memenuhi aturan yang berlaku. 

Kalangan petani tembakau turut menyampaikan kekhawatiran serupa. Asosiasi petani menilai standardisasi kadar nikotin dan tar yang terlalu rendah berpotensi membuat hasil panen lokal sulit terserap industri. Jika hal itu terjadi, pendapatan petani dan keberlangsungan sektor pertanian tembakau dikhawatirkan ikut terdampak.

Di sisi lain, pemerintah selama ini terus memperkuat regulasi pengendalian produk tembakau sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Namun, pelaku usaha meminta pemerintah mempertimbangkan keseimbangan antara aspek kesehatan, perlindungan tenaga kerja, serta kontribusi industri hasil tembakau terhadap penerimaan negara dan ekonomi nasional. 

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts