
Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, terus meluas dan berdampak pada kesehatan warga sekitar. Hingga Rabu, 1 Juli 2026, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare, sementara 154 warga dilaporkan mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap pekat yang menyelimuti kawasan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta instansi terkait terus mengintensifkan upaya pemadaman sekaligus penanganan warga terdampak. Tim medis telah diterjunkan ke sejumlah wilayah yang terpapar asap untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan layanan pengobatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi, dan anak-anak menjadi prioritas dalam proses evakuasi.
Asap tebal dari kebakaran tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar TPA, tetapi juga menjangkau sejumlah kecamatan di sekitarnya. Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi pengungsian sementara di kantor desa dan fasilitas umum lainnya bagi warga yang tidak memungkinkan tetap bertahan di rumah karena kualitas udara yang memburuk. Sebelumnya, BPBD juga telah mengevakuasi sejumlah warga ke tempat yang lebih aman untuk mengurangi risiko paparan asap.
Proses pemadaman menghadapi berbagai kendala. Tingginya tumpukan sampah, titik api yang berada di bagian dalam timbunan, serta keterbatasan sumber air membuat petugas kesulitan menjangkau lokasi kebakaran. Kondisi cuaca panas dan embusan angin kencang turut mempercepat penyebaran api sehingga luas area terdampak terus bertambah sejak kebakaran pertama kali terjadi sehari sebelumnya. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk meminta dukungan helikopter water bombing dari BNPB untuk mempercepat pemadaman di area yang sulit dijangkau kendaraan darat.
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah mengkaji penetapan status tanggap darurat. Langkah tersebut dinilai diperlukan agar koordinasi lintas instansi dapat dilakukan lebih cepat, termasuk dalam penyediaan peralatan, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik bagi masyarakat terdampak. Di sisi lain, operasional pengangkutan sampah tetap diupayakan berjalan agar pelayanan publik tidak terganggu meski sebagian area TPA masih terbakar.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi akibat asap. Sementara itu, petugas gabungan masih berupaya memadamkan api agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dapat segera dikendalikan.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.



