
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan laporan positif tentang kondisi permodalan usaha nasional pada Senin, 27 April 2026. Berdasarkan siaran pers resmi yang diunggah melalui portal ekon.go.id, kredit nasional mencatat pertumbuhan yang solid sepanjang kuartal pertama 2026, dengan Kredit Usaha Rakyat menjadi instrumen andalan yang terus diperkuat pemerintah sebagai motor penggerak ekonomi inklusif.
Pemerintah menargetkan KUR menjadi jembatan utama yang menghubungkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan sumber pembiayaan formal. Selama ini, salah satu hambatan terbesar bagi UMKM dalam berkembang adalah keterbatasan akses modal yang memaksa mereka bergantung pada pinjaman informal dengan bunga sangat tinggi.
Kebijakan penguatan KUR ini sejalan dengan tiga program prioritas utama Presiden Prabowo Subianto yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja, yakni Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Program 3 Juta Rumah.
Program Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih sendiri sudah mendorong kenaikan pendapatan rata-rata desa sebesar 25 persen per tahun dengan estimasi kontribusi 0,5 persen terhadap PDB nasional.
Pertumbuhan kredit yang solid ini didukung oleh kondisi makroekonomi yang berangsur membaik. Penerimaan pajak pada Januari 2026 mencatat pertumbuhan 30,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan defisit APBN 2026 tetap terjaga di bawah 3 persen terhadap PDB. Angka pengangguran terbuka turun ke 4,74 persen dengan serapan tenaga kerja baru mencapai 2,71 juta orang.
Ke depan, Kemenko Perekonomian memastikan seluruh kebijakan perkreditan akan berjalan secara terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen, sesuai tema Rencana Kerja Pemerintah 2026 yaitu “Kedaulatan Pangan, Energi, dan Transformasi Ekonomi menuju Indonesia Maju.”
Tags: kredit nasional tumbuh 2026, KUR UMKM diperkuat, Kemenko Perekonomian April 2026, pertumbuhan ekonomi inklusif, pinjaman KUR 2026, kebijakan kredit usaha rakyat, Airlangga Hartarto ekonomi

