Home Berita LokalMenhan Sebut 750 Batalyon Baru Dibentuk untuk Tekan Kriminalitas
Menhan Sebut 750 Batalyon Baru Dibentuk untuk Tekan Kriminalitas

Menhan Sebut 750 Batalyon Baru Dibentuk untuk Tekan Kriminalitas

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut pembentukan 750 batalyon baru hingga 2029 tidak hanya ditujukan untuk memperkuat pertahanan negara, tetapi juga membantu menekan angka kriminalitas di berbagai daerah. Menurut dia, kehadiran satuan teritorial di tingkat kabupaten dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5). Ia menjelaskan banyak wilayah sebelumnya tidak memiliki kehadiran pasukan secara permanen sehingga rawan terhadap aksi kriminal seperti begal dan gangguan keamanan lain. 

“Sebelum ada batalyon teritorial pembangunan, di kabupaten itu kosong. Setelah kita hadir membangun pangkalan, kriminalitas berkurang,” kata Sjafrie dalam rapat tersebut. 

Menurut Menhan, salah satu tugas batalyon teritorial pembangunan nantinya adalah melakukan patroli rutin di wilayah sekitar. Patroli tersebut dinilai dapat memperkuat sistem keamanan lingkungan sekaligus mencegah tindak kriminal di daerah-daerah yang sebelumnya minim pengawasan keamanan. 

Selain faktor keamanan, Sjafrie menilai kehadiran batalyon juga akan memperkuat hubungan sosial antara prajurit dan masyarakat. Ia mengatakan keberadaan personel TNI di daerah dapat menciptakan rasa aman dan mempererat kehidupan sosial lintas kelompok masyarakat. 

Pemerintah juga melihat dampak ekonomi dari pembangunan batalyon baru. Sjafrie mencontohkan satu batalyon berisi sekitar 1.000 prajurit dengan rata-rata pengeluaran bulanan tertentu dapat memicu perputaran ekonomi di desa dan kecamatan sekitar markas. Kehadiran prajurit disebut berpotensi mendorong tumbuhnya usaha kecil, warung, hingga sektor jasa lokal. 

Rencana pembentukan 750 batalyon baru menjadi bagian dari strategi penguatan pertahanan nasional yang tengah dijalankan pemerintah hingga akhir dekade ini. Program tersebut mencakup pengembangan batalyon teritorial pembangunan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah perbatasan dan kawasan rawan konflik sosial.

Namun, rencana itu juga memunculkan perhatian sejumlah pengamat pertahanan dan sipil. Mereka mengingatkan agar perluasan satuan militer tetap dilakukan secara proporsional dan tidak menimbulkan tumpang tindih fungsi antara aparat pertahanan dan penegakan hukum sipil.

Pemerintah menegaskan pembentukan batalyon baru tetap berada dalam kerangka memperkuat pertahanan negara dan mendukung stabilitas nasional. Kementerian Pertahanan juga memastikan pengembangan satuan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan strategis dan kesiapan anggaran negara.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts