PHK di Singapura Naik, Lulusan Sarjana Jadi Kelompok Paling Banyak Terdampak

PHK di Singapura Naik, Lulusan Sarjana Jadi Kelompok Paling Banyak Terdampak

Ilustrasi. Foto: PHK di Singapura Naik, Lulusan Sarjana Jadi Kelompok Paling Banyak Terdampak

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Singapura kembali meningkat pada kuartal pertama 2026. Menariknya, kelompok pekerja dengan pendidikan sarjana justru menjadi yang paling banyak terdampak, menandakan bahwa perlambatan ekonomi dan restrukturisasi perusahaan kini tidak lagi hanya menyasar pekerjaan berkeahlian rendah, tetapi juga tenaga profesional.

Data pemerintah Singapura menunjukkan jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai sekitar 3.830 orang selama Januari hingga Maret 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak kuartal III 2023. Kenaikan terjadi di tengah proses penyesuaian bisnis pada sejumlah sektor yang berorientasi ekspor, teknologi, manufaktur, dan jasa profesional akibat ketidakpastian ekonomi global.

Lulusan perguruan tinggi mencatat peningkatan tingkat PHK paling signifikan dibandingkan kelompok pendidikan lainnya. Tingkat PHK pada kelompok ini naik dari 2,6 menjadi 3,1 per 1.000 pekerja. Kenaikan tersebut mencerminkan semakin luasnya restrukturisasi perusahaan yang kini turut menyasar posisi profesional, manajerial, dan teknis. Selain lulusan sarjana, pekerja berusia 50 hingga 59 tahun juga menghadapi risiko lebih tinggi kehilangan pekerjaan dibanding kelompok usia lain.

Meski angka PHK meningkat, pemerintah Singapura menilai kondisi pasar tenaga kerja secara keseluruhan masih relatif tangguh. Tingkat pengangguran nasional tetap berada di kisaran 2 persen, menunjukkan sebagian besar pekerja masih mampu memperoleh pekerjaan baru meskipun proses perekrutan mulai melambat di beberapa sektor. Otoritas setempat juga terus mendorong program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) agar tenaga kerja lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Para ekonom menilai tren tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya efisiensi perusahaan, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), serta perlambatan permintaan global. Perusahaan memilih melakukan optimalisasi biaya operasional sambil menyesuaikan struktur organisasi agar tetap kompetitif di tengah tekanan ekonomi internasional.

Di sisi lain, Singapura masih menghadapi tantangan berupa lemahnya permintaan eksternal dan ketidakpastian geopolitik yang dapat memengaruhi investasi maupun perdagangan. Kondisi itu membuat dunia usaha cenderung berhati-hati dalam melakukan ekspansi dan perekrutan karyawan baru.

Ke depan, pemerintah Singapura memperkirakan pasar tenaga kerja masih akan menghadapi tekanan dalam beberapa kuartal mendatang. Namun, peluang kerja tetap tersedia terutama pada sektor kesehatan, layanan profesional, teknologi digital, serta industri yang berkaitan dengan transformasi hijau. Oleh karena itu, pekerja didorong terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

AS Kembali Gempur Iran, Target Rudal dan Drone di Selat Hormuz

AS Kembali Gempur Iran, Target Rudal dan Drone di Selat Hormuz

Kuasa Hukum Klaim Sony Sonjaya Bukan Pelaku Utama Kasus MBG, Minta Status Justice Collaborator Dipertimbangkan

Kuasa Hukum Klaim Sony Sonjaya Bukan Pelaku Utama Kasus MBG, Minta Status Justice Collaborator Dipertimbangkan

Kategori

Google News

Ikuti Berita Terkini

Temukan berita dan informasi terbaru dari Indonesia dan seluruh dunia melalui Google News.