
Utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$439,8 miliar pada April 2026. Pembiayaan tersebut berasal dari berbagai negara dan lembaga internasional, dengan Singapura tercatat sebagai negara kreditur terbesar bagi Indonesia.
Berdasarkan data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia, posisi utang tersebut mencakup kewajiban pemerintah, Bank Indonesia, dan sektor swasta. Secara tahunan, total ULN nasional tumbuh 1,9 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1 persen pada Maret 2026.
Dari kelompok negara pemberi pinjaman, Singapura berada di posisi teratas dengan nilai sekitar US$52,18 miliar. Setelah itu, Amerika Serikat tercatat sekitar US$27,99 miliar, disusul China US$25,44 miliar dan Jepang US$20,90 miliar.
Hong Kong juga menjadi salah satu sumber pembiayaan besar dengan nilai sekitar US$19,43 miliar. Negara lain yang tercatat sebagai kreditur antara lain Perancis, Korea Selatan, Jerman, serta sejumlah negara di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika.
Selain pembiayaan bilateral, Indonesia memiliki kewajiban kepada berbagai organisasi internasional. Lembaga multilateral menjadi sumber pendanaan untuk sejumlah kebutuhan pembangunan dan program pemerintah, termasuk proyek yang berkaitan dengan infrastruktur serta sektor produktif lainnya.
Khusus ULN pemerintah, nilainya mencapai US$216,4 miliar pada April 2026. Angka tersebut tumbuh 3,7 persen secara tahunan. Sementara itu, aliran modal asing pada Surat Berharga Negara tetap mencatatkan arus masuk bersih pada periode tersebut.
Bank Indonesia menilai struktur ULN nasional masih terkendali. Rasio utang luar negeri terhadap produk domestik bruto berada di kisaran 29,6 persen, sedangkan sekitar 84,5 persen dari total kewajiban didominasi utang berjangka panjang.
Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memantau pengelolaan utang agar risiko terhadap stabilitas ekonomi tetap terjaga. Pembiayaan luar negeri juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan dengan mempertimbangkan kemampuan pembayaran, biaya pinjaman, serta risiko perubahan kondisi pasar global.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.



