Home Berita LokalPramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Tinggal 211 Wilayah

Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Tinggal 211 Wilayah

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut jumlah rukun warga (RW) kumuh di Jakarta terus menurun dan kini tersisa 211 wilayah. Pemerintah Provinsi DKI menilai penurunan tersebut menjadi indikator percepatan program penataan permukiman dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Pramono mengatakan sebelumnya jumlah RW kumuh di ibu kota mencapai lebih dari 400 wilayah. Pengurangan dilakukan melalui berbagai program revitalisasi lingkungan, perbaikan drainase, pembangunan sanitasi, serta penataan kawasan padat penduduk yang dilakukan secara bertahap di sejumlah titik Jakarta.

Menurutnya, penanganan kawasan kumuh tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemprov DKI mendorong kolaborasi dengan warga melalui program kampung bersih, pengelolaan sampah lingkungan, dan penyediaan ruang publik yang lebih layak.

Pemerintah daerah juga mengklaim sejumlah wilayah yang sebelumnya masuk kategori kumuh kini mengalami perubahan signifikan setelah dilakukan perbaikan infrastruktur dasar. Beberapa kawasan padat penduduk disebut telah memiliki akses sanitasi, air bersih, dan sistem pengelolaan limbah yang lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Meski demikian, Pramono mengakui tantangan penanganan kawasan kumuh di Jakarta masih cukup besar. Kepadatan penduduk, urbanisasi, serta keterbatasan lahan menjadi faktor yang membuat penataan permukiman membutuhkan proses panjang dan anggaran yang tidak sedikit.

Pemprov DKI menargetkan jumlah RW kumuh terus ditekan dalam beberapa tahun ke depan melalui program pembangunan berkelanjutan. Pemerintah berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung wajah Jakarta sebagai kota modern dan layak huni.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts