Home Berita LokalMPR Minta Maaf Usai Polemik Lomba Cerdas Cermat Kalbar Viral

MPR Minta Maaf Usai Polemik Lomba Cerdas Cermat Kalbar Viral

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyampaikan permintaan maaf setelah polemik penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik. Kontroversi itu muncul usai peserta dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan juri yang dinilai tidak konsisten dalam memberikan nilai terhadap jawaban serupa.

Sekretariat Jenderal MPR RI menyatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap pelaksanaan lomba, mulai dari sistem penjurian, mekanisme verifikasi jawaban, hingga tata kelola penyampaian keberatan peserta. Sebagai langkah awal, MPR menonaktifkan juri dan pembawa acara (MC) yang bertugas dalam perlombaan tersebut.

Polemik bermula ketika tim SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai atas jawaban terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Di sisi lain, tim peserta lain memperoleh nilai penuh untuk substansi jawaban yang dianggap serupa. Video protes peserta kemudian viral di media sosial dan memicu kritik luas dari masyarakat.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan pihaknya menerima seluruh masukan publik terkait penyelenggaraan lomba tersebut. MPR kemudian memutuskan final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat akan diulang dengan melibatkan juri independen agar proses penilaian lebih objektif dan transparan.

Selain mengulang final, pimpinan MPR juga memberikan teguran kepada dua juri yang terlibat dalam kontroversi tersebut. Menurut Muzani, permintaan maaf yang disampaikan lembaga MPR sudah mewakili seluruh panitia dan perangkat acara karena kegiatan tersebut merupakan agenda kelembagaan.

Polemik ini turut mendapat perhatian DPR. Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai kegiatan pendidikan seperti LCC Empat Pilar harus menjunjung prinsip keadilan, sportivitas, dan transparansi agar tidak merusak semangat belajar peserta didik.

Di tengah polemik yang berkembang, peserta dari SMAN 1 Pontianak mendapat dukungan luas dari publik karena dinilai berani menyampaikan protes secara terbuka dan argumentatif dalam forum resmi.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts