
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tren pemulihan setelah sempat mengalami tekanan besar pada kuartal pertama 2026. Hingga 5 Mei 2026, IHSG tercatat menguat 1,44 persen secara month to date ke level 7.057,11.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penguatan tersebut menjadi sinyal membaiknya sentimen pasar modal domestik di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Menurutnya, pemulihan pasar saham juga didukung meningkatnya partisipasi investor domestik dalam beberapa bulan terakhir.
“Memasuki bulan Mei 2026, IHSG menunjukkan tren penguatan,” ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Selain pergerakan indeks saham, OJK mencatat aktivitas penghimpunan dana di pasar modal masih terjaga. Hingga awal Mei 2026, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp59,35 triliun. Mayoritas penghimpunan dana berasal dari penerbitan efek bersifat utang dan sukuk yang nilainya mencapai sekitar Rp58,9 triliun.
OJK menilai capaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia masih cukup kuat meski dibayangi tekanan eksternal. Arus investasi domestik disebut menjadi penopang penting di tengah volatilitas pasar global akibat konflik geopolitik dan tingginya suku bunga Amerika Serikat.
Di sisi lain, pasar modal Indonesia sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup dalam. Hingga akhir April 2026, IHSG tercatat masih terkoreksi sekitar 19,55 persen secara year to date akibat meningkatnya aksi jual investor asing dan ketidakpastian ekonomi global.
Meski demikian, OJK memastikan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga. Jumlah investor pasar modal juga terus meningkat signifikan. Hingga April 2026, total investor tercatat mencapai 26,49 juta atau tumbuh sekitar 30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
OJK juga mengungkap masih terdapat 71 rencana penawaran umum dalam antrean atau pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp49,84 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan korporasi masih melihat pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang yang potensial.
Untuk memperkuat pasar keuangan nasional, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus menjalankan reformasi pasar modal, termasuk penguatan transparansi, pengembangan pasar derivatif, dan perluasan instrumen investasi.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

