Home Berita LokalBandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang untuk Antisipasi Hantavirus

Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang untuk Antisipasi Hantavirus

by Jessie Evelyn Kartadjaja

Pengawasan di pintu masuk internasional Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, diperketat menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus ke Indonesia. Dinas Kesehatan Provinsi Banten bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta mulai memperkuat sistem pemantauan penumpang internasional dan fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan pengawasan di pintu masuk luar negeri, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banten. Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.

Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan deklarasi kesehatan digital, pemantauan suhu tubuh menggunakan thermal scanner, hingga observasi kondisi fisik penumpang yang tiba dari luar negeri. Sistem skrining juga terintegrasi dengan aplikasi Satu Sehat untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan penumpang secara lebih cepat.

Dinkes Banten juga memperkuat kesiapan rumah sakit rujukan, termasuk RSUD Kabupaten Tangerang yang diposisikan sebagai rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging. Pemerintah daerah menyiapkan langkah penyelidikan epidemiologi serta pengendalian faktor risiko apabila ditemukan kasus baru.

Ati mengungkapkan Provinsi Banten sebelumnya pernah menemukan satu kasus hantavirus pada November 2025. Pasien tersebut kini dinyatakan sembuh setelah menjalani penanganan medis sesuai prosedur. Gejala yang dialami antara lain demam, nyeri otot, mual, muntah, lemas, hingga kulit menguning.

Menurut Dinkes, penularan hantavirus umumnya terjadi melalui kontak dengan tikus atau lingkungan yang tercemar kotoran tikus. Risiko penularan antarmanusia disebut sangat rendah, terutama untuk tipe HFRS (hemorrhagic fever with renal syndrome) yang ditemukan di Indonesia.

Peningkatan kewaspadaan terhadap hantavirus juga terjadi setelah muncul kasus pada kapal pesiar MV Hondius yang sempat menjadi perhatian internasional. Sejumlah negara mulai memperketat pengawasan kesehatan di pintu masuk untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama. Warga diimbau menghindari kontak langsung dengan tikus, menjaga sanitasi rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts