
Bareskrim Polri menitipkan sebanyak 320 warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam sindikat judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, ke rumah detensi imigrasi. Sementara satu warga negara Indonesia (WNI) yang turut diamankan dalam operasi tersebut dibawa ke kantor Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan penitipan para WNA dilakukan karena penanganannya juga berkaitan dengan dugaan pelanggaran keimigrasian. Para pelaku akan ditempatkan di dua lokasi rumah detensi imigrasi, yakni di wilayah Kuningan dan Jakarta Barat.
Kasus ini bermula dari penggerebekan markas judi online di sebuah gedung perkantoran di Jalan Hayam Wuruk pada Kamis (7/5/2026). Dalam operasi tersebut, polisi menangkap total 321 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas perjudian daring lintas negara. Para pelaku disebut tertangkap tangan saat sedang menjalankan operasional situs judi online.
Dari total pelaku yang diamankan, mayoritas berasal dari Vietnam dengan jumlah mencapai 228 orang. Selain itu terdapat WNA asal China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Polisi menduga sindikat tersebut menjalankan bisnis perjudian digital secara terorganisir dengan memanfaatkan sarana elektronik lintas negara.
Brigjen Wira mengungkap para WNA masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata, bukan izin kerja resmi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebagian besar pelaku diduga telah tinggal lebih lama dari masa berlaku izin kunjungan yang diperbolehkan.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko menyebut dugaan overstay menjadi salah satu aspek yang kini didalami bersama Direktorat Jenderal Imigrasi. Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan tidak hanya dari sisi pidana perjudian, tetapi juga pelanggaran keimigrasian.
Selain pemeriksaan terhadap para pelaku, penyidik juga menelusuri aliran dana, sponsor, penyewa gedung, hingga pihak yang menyediakan fasilitas operasional sindikat judi online tersebut. Polisi menduga server utama jaringan perjudian itu berada di luar negeri untuk menghindari pelacakan aparat penegak hukum.
Dalam proses pemindahan ke rumah detensi imigrasi, ratusan WNA tampak mengenakan baju tahanan oranye dengan pengawalan ketat aparat Brimob bersenjata lengkap. Mereka dipindahkan menggunakan sejumlah bus yang telah disiapkan dari lokasi penggerebekan di Hayam Wuruk.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

