
Nilai transaksi perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia tercatat masih tumbuh pada kuartal I-2026 meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi e-commerce meningkat 6,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), didorong tingginya aktivitas belanja digital masyarakat.
Berdasarkan data SimilarWeb yang dirilis dalam laporan tersebut, platform Shopee menjadi aplikasi e-commerce yang paling sering diakses masyarakat Indonesia sepanjang kuartal pertama tahun ini. Posisi berikutnya ditempati Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan Blibli.
Kenaikan transaksi digital terjadi di tengah persaingan ketat antarplatform e-commerce yang semakin agresif menawarkan promosi, gratis ongkos kirim, hingga integrasi layanan pembayaran digital. BI menilai tren tersebut menunjukkan perilaku konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke kanal online.
Selain didukung promosi, pertumbuhan transaksi e-commerce juga ditopang peningkatan penggunaan pembayaran digital seperti QRIS dan dompet elektronik. Perkembangan infrastruktur logistik serta penetrasi internet yang semakin luas dinilai ikut mempercepat pertumbuhan belanja daring di berbagai daerah.
Meski transaksi meningkat, pelaku industri masih menghadapi tantangan berupa perlambatan konsumsi rumah tangga dan persaingan harga yang semakin ketat. Sejumlah platform disebut mulai mengubah strategi bisnis dengan fokus memperkuat loyalitas pengguna dan meningkatkan efisiensi operasional.
Data BI juga menunjukkan transaksi ekonomi dan keuangan digital nasional secara umum masih tumbuh solid sepanjang awal 2026. Nilai transaksi uang elektronik meningkat dua digit, sementara penggunaan QRIS terus mencatat ekspansi seiring bertambahnya jumlah merchant dan pengguna aktif.
Pengamat ekonomi digital menilai pertumbuhan e-commerce Indonesia masih memiliki ruang besar karena tingkat penetrasi belanja online terhadap total perdagangan ritel nasional masih relatif rendah dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara. Namun pelaku industri diminta tetap berhati-hati terhadap tekanan margin akibat perang diskon berkepanjangan.
Pemerintah sendiri terus mendorong penguatan ekonomi digital melalui percepatan transformasi UMKM, pengembangan sistem pembayaran nasional, serta perlindungan konsumen di sektor perdagangan elektronik.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

